DPRD Kota Bogor Berikan Bantuan Pangan di Daerah Rawan Pangan
- 10 Jul 2026 13:05 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Daerah rawan pangan masih menjadi pekerjaan rumah yang terus ditangani Pemerintah Kota Bogor melalui berbagai program intervensi.
- Hasil pemadanan data tahun 2025 mencatat sebanyak 1.475 kepala keluarga di 35 kelurahan menjadi penerima manfaat program tersebut.
RRI.CO.ID, Bogor - Daerah rawan pangan masih menjadi pekerjaan rumah yang terus ditangani Pemerintah Kota Bogor melalui berbagai program intervensi. Salah satunya dilakukan dengan menyalurkan bantuan pangan kepada keluarga rentan di Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Jumat 10 Juli 2026, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan gizi masyarakat.
Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang masih menghadapi kerentanan pangan dan tekanan ekonomi.
“Semoga program ini dapat membantu masyarakat yang khususnya rawan pangan di Kota Bogor, dan mudah-mudahan bermanfaat untuk warga Kota Bogor," ujarnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Dody Ahdiat, menjelaskan kegiatan ini memiliki tiga sasaran utama, yakni memitigasi wilayah rawan pangan, meningkatkan ketahanan gizi keluarga rentan, serta mendukung percepatan penurunan angka kemiskinan. Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial sekaligus memastikan masyarakat memperoleh akses pangan yang lebih baik.
"Kita doakan bersama, semoga ke depannya penyaluran bantuan pangan ini bisa terus ditambah dan programnya berlanjut secara berkesinambungan," kata Dody.
Ia menjelaskan setiap kepala keluarga menerima bantuan berupa beras 10 kilogram, telur 2 kilogram, gula pasir 2 kilogram, dan minyak goreng 2 liter.
Penyaluran bantuan dijadwalkan berlangsung dalam enam tahap mulai Juni hingga Oktober 2026. Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, DKPP Kota Bogor melakukan pemadanan data bersama Dinas Sosial menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) desil 1 sampai 5.
Hasil pemadanan data tahun 2025 mencatat sebanyak 1.475 kepala keluarga di 35 kelurahan menjadi penerima manfaat program tersebut. Di Kelurahan Kebon Kelapa, bantuan diberikan kepada 76 kepala keluarga yang telah terdata sebagai penerima.
Dody mengakui kondisi di lapangan masih bersifat dinamis sehingga jumlah warga yang membutuhkan bantuan dapat berubah seiring perkembangan sosial dan ekonomi.
“Tentu kita sadari bahwa angka ini masih dinamis dan di lapangan mungkin masih banyak warga yang membutuhkan. Oleh karena itu, ini menjadi tugas kita bersama, termasuk sinergi dengan DPRD Kota Bogor, untuk terus mengawal dan melakukan perbaikan ke depan," tegasnya.
Sementara Lurah Kebon Kelapa, Supyawan, berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat dan menjadi berkah bagi seluruh penerima.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....