Atap Rumah Warga Kebon Kalapa Ambruk, BPBD Kota Bogor Lakukan Assessment
- 22 Jul 2026 23:07 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Atap rumah milik seorang warga di Kampung Sindangsari RT 003/RW 007, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, ambruk pada Rabu 22 Jul 2026 sekitar pukul 16.00 WIB.
- BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi bangunan yang sudah tua, terutama saat cuaca ekstrem, guna meminimalkan risiko terjadinya kejadian serupa.
RRI.CO.ID, Bogor - Atap rumah milik seorang warga di Kampung Sindangsari RT 003/RW 007, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, ambruk pada Rabu 22 Juli 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa yang dipicu kondisi atap yang telah lapuk itu mengakibatkan bagian dapur rumah mengalami kerusakan.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Bogor, rumah tersebut merupakan milik Siti Juliah yang dihuni satu kepala keluarga dengan empat jiwa. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerusakan membuat penghuni membutuhkan bantuan untuk melindungi bagian rumah yang terdampak.
Laporan kejadian diterima BPBD Kota Bogor dari warga melalui media sosial pada pukul 19.30 WIB. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) kemudian bergerak menuju lokasi lima menit setelah laporan diterima dan menyelesaikan assessment serta penanganan awal pada pukul 21.30 WIB.
Danru Pusdalops-PB BPBD Kota Bogor, Indra Rustandi, mengatakan hasil assessment menunjukkan penyebab ambruknya atap diduga akibat kondisi material bangunan yang sudah lapuk.
"Hasil assessment di lokasi menunjukkan atap rumah ambruk diduga akibat kondisi material yang sudah lapuk. Kami telah melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan pihak kelurahan, kecamatan, dan pengurus lingkungan. Saat ini kebutuhan mendesak bagi warga terdampak adalah terpal untuk menutup bagian rumah yang rusak," ujar Indra Rustandi.
Selain melakukan pendataan, petugas BPBD Kota Bogor berkoordinasi dengan aparat kecamatan, kelurahan, serta pengurus RT dan RW setempat untuk menindaklanjuti penanganan warga terdampak. Koordinasi tersebut dilakukan agar kebutuhan darurat dapat segera dipenuhi dan proses penanganan berjalan optimal.
BPBD Kota Bogor mencatat kebutuhan paling mendesak bagi penghuni rumah saat ini berupa terpal untuk menutup bagian atap yang rusak. Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, status administrasi rumah masih menggunakan surat girik atas nama almarhum suami pemilik rumah.
Assessment di lokasi dilakukan oleh personel TRC-PB BPBD Kota Bogor, yakni Ramdoni Saputra, Rachmat, dan Asep Awaludin. BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi bangunan yang sudah tua, terutama saat cuaca ekstrem, guna meminimalkan risiko terjadinya kejadian serupa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....