Distanpangan Bali Genjot Sistem Smart Farming guna Jaring Petani Muda

  • 10 Jul 2026 14:34 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar-Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan ( Distanpangan) Provinsi Bali secara masif mulai menggalakkan pendekatan teknologi smart farming berbasis digitalisasi sejak Juli 2026 ini, demi mengantisipasi minimnya regenerasi petani muda, sekaligus memitigasi risiko iklim di seluruh kawasan Subak.

Analis Prasarana dan Sarana Pertanian Ahli Muda Distanpangan Provinsi Bali, Dice Fice Siska Ndoen, SST., M.Agb., menyatakan langkah strategis tersebut diambil, setelah melihat kecenderungan generasi muda di Pulau Dewata yang masih sangat minim untuk terjun langsung mengolah sektor agraris, termasuk dalam mengoperasikan alat mesin pertanian modern.

Dice mengungkapkan tantangan krisis tenaga kerja ini jika dibiarkan, tentu dapat menghambat optimalisasi indeks pertanaman, akibat keterlambatan proses pengolahan tanah yang masif di lapangan. Menurutnya sektor hulu pertanian tidak boleh lagi dikelola secara konvensional, mengingat ketersediaan tenaga kerja fisik di pedesaan Bali kian menyusut dari tahun ke tahun.

Dice menambahkan pendekatan digitalisasi ini dirancang, agar aktivitas pertanian terlihat keren dan adaptif bagi anak muda. "Sistem smart farming ini, mengajak petani melakukan digitalisasi, melalui otomatisasi pengairan seperti drip irrigation ( irigasi tetes) maupun sprinkle irrigation ( irigasi pancar), yang semuanya bisa dikontrol langsung hanya melalui smartphone." Ujar Dice ketika berboncang dalam acara Obrolan Komunitas di Pro 4 RRI Denpasar, Kamis, 9 Juli 2026.

Melalui sistem kontrol jarak jauh ini, krama pertanian tidak hanya dimudahkan dalam mengelola efisiensi kerja, tetapi juga dapat memanfaatkan ketersediaan air secara lebih terukur. Menurut Dice penerapan pertanian pintar ini terbukti sangat fleksibel, karena dapat diimplementasikan dengan baik pada area lahan tertutup, berbentuk greenhouse maupun di area lahan terbuka.

Dice berharap inovasi ini mampu mengubah paradigma kuno mengenai dunia tani , yang selama ini selalu diidentikkan dengan kerja fisik yang berat dan kotor di lumpur. Transformasi ini juga menjadi bagian dari peta jalan modernisasi agraria nasional, dalam mewujudkan ketahanan pangan yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Teknologi ini menjadi jawaban konkret, atas tantangan zaman yang menuntut efisiensi tinggi, di tengah ketidakpastian cuaca global. "Kami terus menggugah hati generasi muda Bali agar mau menekuni sektor pertanian, karena jika ditekuni dengan pemanfaatan teknologi digital, hasilnya akan sangat luar biasa," tutup Dice

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....