Prakiraan Cuaca Maritim Teluk Jakarta 10 Juli

  • 10 Jul 2026 08:37 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Prakirawan cuaca dari Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Priok Jakarta, Rangga Setya Pratama memprakirakan cuaca perairan DKI Jakarta hingga utara Jawa Barat cerah berawan pada Jumat, 10 Juli 2026. Masyarakat pesisir juga diimbau mewaspadai potensi banjir rob yang diperkirakan berlangsung hingga 16 Juli 2026.

“Hari ini kondisi cuaca di wilayah perairan DKI Jakarta dan utara Jawa Barat diprakirakan cerah berawan. Kondisi angin diprediksi bertiup dari arah timur laut hingga tenggara," kata Rangga saat siaran cuaca maritim di Pro1 RRI Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026 pagi.

Kecepatan angin maksimum mencapai 15 knot atau sekitar 28 kilometer per jam di Teluk Jakarta, perairan Bekasi-Karawang, Subang, Indramayu, dan Cirebon. Sementara itu, di perairan Kepulauan Seribu mencapai 20 knot atau sekitar 37 kilometer per jam.

“Lalu untuk keadaan gelombang laut berada pada kategori rendah dengan tinggi antara 0,5 hingga 1,25 meter dan terjadi di Teluk Jakarta, perairan Kepulauan Seribu bagian utara dan selatan, Bekasi-Karawang, Subang, Indramayu, hingga Cirebon," kata Rangga.

Wilayah pesisir Jakarta diprakirakan mengalami pasang maksimum dengan ketinggian mencapai 1,1 meter. Pasang maksimum diprediksi terjadi pada pukul 20.00 WIB, sedangkan surut minimum setinggi 0,2 meter diperkirakan terjadi pada pukul 07.00 WIB.

Rangga juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir rob akibat fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase bulan purnama dan perigee. Banjir rob diprakirakan berlangsung pada 9-16 Juli 2026, dengan puncak pasang maksimum terjadi pada pukul 18.00 hingga 00.00 WIB.

“Wilayah yang perlu mengantisipasi potensi banjir rob meliputi Kapuk Muara, Kamal Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, dan Tanjung Priok,” ucap Rangga.

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta transportasi di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir. Masyarakat pesisir, nelayan, dan pengguna jasa transportasi laut diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca maritim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....