BPBD Muba Lakukan Ground Check Titik Hotspot di Plakat Tinggi
- 11 Jul 2026 08:00 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Musi Banyuasin – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Banyuasin melaksanakan ground check terhadap dua titik panas yang terpantau melalui satelit di Kecamatan Plakat Tinggi, Rabu, 8 Juli 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan sejak dini.
Kegiatan itu melibatkan personel BPBD, TNI, Polri, serta perangkat kecamatan. Titik panas yang diverifikasi berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Tim gabungan bergerak menuju dua lokasi yang terindikasi sebagai titik panas, yakni di Desa Air Putih Ilir dan Desa Bukit Indah, Kecamatan Plakat Tinggi. Verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan kesesuaian data satelit dengan kondisi sebenarnya.
Hasil pengecekan menunjukkan satu titik berada di Desa Air Putih Ilir. Sementara satu titik lainnya diketahui berada di wilayah administrasi Desa Keramat Jaya, Kecamatan Sungai Keruh.
Staf Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana sekaligus Humas BPBD Musi Banyuasin, Rivo Handoko, mewakili Kepala Pelaksana BPBD Musi Banyuasin Marko Susanto, mengatakan kegiatan ground check merupakan bagian dari prosedur penanganan dini terhadap setiap laporan titik panas.
"Setiap informasi hotspot segera kami verifikasi di lapangan agar penanganannya dapat dilakukan secara tepat," ujar Rivo.
Dari hasil pemeriksaan, tim menemukan lahan terbakar seluas sekitar satu hektare di Desa Air Putih Ilir. Vegetasi yang terbakar didominasi semak dan bekas tebas tebang, sedangkan di sekitar lokasi tidak ditemukan aktivitas masyarakat.
Tim juga mencatat tidak terdapat sumber air di sekitar lokasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat menyulitkan proses penanganan apabila kebakaran kembali terjadi.
Sementara itu, pengecekan terhadap titik kedua tidak dapat dilanjutkan oleh tim karena berada di wilayah Kecamatan Sungai Keruh. Informasi tersebut selanjutnya diteruskan sesuai kewenangan wilayah untuk penanganan lebih lanjut.
Selain melakukan verifikasi, petugas juga melaksanakan pendataan dan dokumentasi sebagai bahan pelaporan serta evaluasi penanganan karhutla.
Rivo menyampaikan saat tim tiba di lokasi Desa Air Putih Ilir, kondisi api telah padam sehingga tidak diperlukan upaya pemadaman lanjutan. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas," katanya.
BPBD Musi Banyuasin terus memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa dalam upaya pencegahan karhutla. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat respons terhadap setiap laporan titik panas.
Pemantauan melalui satelit yang disertai verifikasi lapangan akan terus dilakukan selama musim kemarau. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mitigasi agar potensi kebakaran hutan dan lahan dapat dikendalikan sedini mungkin di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....