BPBD Muba Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Karhutla

  • 08 Jun 2026 00:05 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Musi Banyuasin – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Musi Banyuasin meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring masuknya musim kemarau tahun 2026. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya potensi kebakaran akibat kondisi cuaca yang semakin kering.

Musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut diperkuat oleh pengaruh fenomena El Nino yang berpotensi menyebabkan suhu udara lebih panas dan curah hujan lebih rendah di sejumlah wilayah.

Kepala BPBD Musi Banyuasin, Marko Susanto, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna meminimalkan risiko terjadinya karhutla selama musim kemarau berlangsung.

"Memasuki musim kemarau, kami meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan," ujar Marko Susanto, di Sekayu, Sabtu, 6 Juni 2026.

Menurutnya, sejumlah titik kebakaran lahan mulai terdeteksi di wilayah Musi Banyuasin. Salah satu kejadian terjadi di kawasan Jalan Teladan, Kecamatan Sekayu, yang mengakibatkan sekitar satu hektare lahan terbakar.

Meski kebakaran tersebut berhasil ditangani, peristiwa itu menjadi pengingat bahwa risiko karhutla mulai meningkat seiring berkurangnya intensitas hujan. Karena itu, upaya pencegahan terus diperkuat di berbagai wilayah yang dianggap rawan.

BPBD Musi Banyuasin tidak hanya menyiagakan personel dan peralatan pemadaman, tetapi juga memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta kelompok masyarakat peduli api.

Selain kesiapan teknis di lapangan, sosialisasi kepada masyarakat juga terus dilakukan. Edukasi tersebut difokuskan pada pentingnya mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar yang dapat memicu kebakaran lebih luas.

"Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena risikonya sangat besar saat musim kemarau," kata Marko.

BPBD menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya karhutla. Kesadaran warga untuk menjaga lingkungan dinilai mampu menekan jumlah kejadian kebakaran selama musim kemarau.

Dengan kesiapsiagaan yang terus ditingkatkan, BPBD Musi Banyuasin berharap potensi karhutla dapat ditekan sejak dini. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan dampaknya tidak meluas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....