Ini Keunggulan Radar Cuaca S-Band Cilacap, Informasi Cuaca Lebih Cepat dan Akurat

  • 09 Jul 2026 13:50 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengoperasikan Radar Cuaca tipe S-band di Kabupaten Cilacap, Rabu (8/7/2026). Perangkat yang disebut sebagai radar cuaca paling canggih milik BMKG ini memiliki sejumlah keunggulan dibanding radar tipe lainnya, mulai dari jangkauan yang lebih luas hingga kemampuan memberikan informasi cuaca dengan resolusi lebih detail.

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menjelaskan BMKG saat ini menggunakan tiga jenis radar cuaca, yakni X-band, C-band, dan S-band. Dari ketiga jenis tersebut, S-band menjadi teknologi dengan spesifikasi paling tinggi.

"Radar cuaca BMKG ada tiga tipe, yaitu X-band, C-band, dan S-band. Nah, untuk S-band ini adalah yang tertinggi. Jangkauannya bisa sampai 400 kilometer," ujar Guswanto usai peresmian Kantor Radar Cuaca Cilacap.

Ia menjelaskan, radar X-band memiliki jangkauan sekitar 150 kilometer, sedangkan radar C-band mampu menjangkau hingga 200 kilometer. Dengan cakupan mencapai 400 kilometer, radar S-band mampu memantau kondisi cuaca di wilayah yang jauh lebih luas, terutama kawasan selatan Jawa yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

Keunggulan lainnya adalah kemampuan radar S-band untuk terintegrasi dengan jaringan radar BMKG di berbagai daerah di Indonesia. Saat ini BMKG memiliki sekitar 45 radar cuaca dan jumlahnya akan terus bertambah hingga memenuhi kebutuhan nasional sebanyak 75 radar.

Dengan sistem yang saling terhubung, data cuaca dari berbagai wilayah dapat dipadukan sehingga menghasilkan informasi yang lebih akurat untuk prakiraan cuaca maupun peringatan dini bencana.

Selain itu, radar S-band juga memiliki resolusi citra yang lebih tinggi. Hal ini memungkinkan BMKG menyajikan informasi cuaca dengan skala yang lebih rinci.

"Resolusinya lebih tinggi sehingga informasi cuaca nantinya bisa disampaikan hingga tingkat kelurahan. Sebelumnya wilayah Cilacap masih mengandalkan radar dari Semarang," kata Guswanto.

Kepala BMKG, Prof. Teuku Faisal Fathani, mengatakan Cilacap dipilih sebagai lokasi radar S-band bukan tanpa alasan. Kabupaten ini berada di pesisir selatan Pulau Jawa dan menghadap langsung ke Samudera Hindia, sehingga menjadi kawasan strategis untuk memantau pembentukan awan hujan, intensitas curah hujan, hingga potensi bencana hidrometeorologi basah.

"Hari ini kita melaksanakan peresmian S-band radar di Cilacap. Ini merupakan radar S-band pertama yang diresmikan dari lima radar yang sedang dibangun BMKG," ujarnya.

Teuku Faisal menambahkan, selain untuk mendukung prakiraan cuaca dan mitigasi bencana, radar tersebut juga memiliki peran penting dalam menunjang keselamatan penerbangan, pelayaran, transportasi darat, serta mendukung sektor pertanian, sumber daya air, energi, dan perikanan.

Radar cuaca S-band di Cilacap merupakan radar pertama yang dioperasikan BMKG. Selain di Cilacap, pembangunan radar serupa juga dilakukan di Natuna, Tanjung Pinang, Saumlaki, dan Tangerang sebagai bagian dari upaya memperluas cakupan pemantauan cuaca nasional.

Dengan teknologi ini, BMKG berharap informasi cuaca dan peringatan dini bencana dapat diterima masyarakat secara lebih cepat, akurat, dan rinci hingga tingkat kelurahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....