Tantangan Lahan Jadi Kendala Utama Pengembangan KDKMP
- 09 Jul 2026 10:49 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar: Penyediaan lahan yang menjadi syarat utama pembangunan gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih KDKMP masih menjadi tantangan utama di berbagai desa. Demikian disampaikan Muhammad Saleh, Kepala Dinas Pemberdayaan Desa Provinsi Sulawesi Selatan saat berbincang bersama RRI Dalam Dialog Makassar Menyapa Pagi, Rabu, 8 Juli 2026.
Dikatakan, bahwa banyak desa yang kesulitan memenuhi kriteria lahan minimal 20 x 30 meter di lokasi strategis. Sementara saat ini kebanyakan desa tidak memiliki asset sedangkan sesuai Ketentuannya apabila desa tidak memiliki aset, jika ada aset pemerintah kabupaten, aset pemerintah provinsi atau pemerintah pusat yang ada di wilayahnya dapat digunakan atau dioptimalkan, Tetapi beberapa desa sama sekali tidak memiliki aset tersebut.
"Tantangan terbesarnya adalah dari penyiapan lahan, Penyiapan lahan untuk Kopdes Merah Putih Karena sekarang hampir semua desa, untuk penyiapan lahan ini mestinya setiap desa harus menyiapkan lahan minimal 20 x 30 di tempat yang strategis, Sementara saat ini, sementara saat ini kebanyakan desa tidak memiliki asset,” ungkap Muhammad Saleh kepada RRI.
Dikatakan, dengan adanya keterbatasan ini, pemerintah daerah terus mendorong setiap desa untuk lebih mandiri dan mengoptimalkan potensi lokal yang ada. Fokus utamanya adalah bagaimana desa dapat meningkatkan Pendapatan Asli Desa melalui Badan Usaha Milik Desa maupun dengan dilakukannya pengembangan desa tematik.
Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Desa Provinsi Sulawesi Selatan Langkah ini dilakukan agar desa tidak sepenuhnya bergantung pada dana desa yang alokasinya terbatas dan memiliki aturan penggunaan yang ketat, termasuk untuk program prioritas seperti pembangunan gerai KDKMP. "Saya kira ke depan ini kita harus dorong desa-desa ini punya kemandirian," ungkapnya kepada RRI.
Dalam upaya mempercepat kemandirian ini, pemerintah daerah telah meluncurkan berbagai program intervensi. Program tersebut mencakup pemberian apresiasi desa, penghargaan berbasis kategori, serta penguatan untuk percepatan desa mandiri.
Strategi ini diharapkan dapat memicu semangat kompetisi positif antardesa dalam menggali potensi ekonomi lokal. Dengan demikian, setiap desa dapat memiliki kemandirian finansial yang kuat dan tidak terhambat oleh keterbatasan alokasi dana transfer pemerintah pusat.
"Sekarang ini kita mendorong desa-desa tematik. Tahun ini kami mengintervensi desa-desa dalam bentuk apresiasi desa dan dengan beberapa penghargaan-penghargaan kategori. Kemudian termasuk kami juga mendorong memberikan penguatan untuk percepatan menjadi desa mandiri,” ungkap Muhammad Saleh, Kepala Dinas Pemberdayaan Desa Provinsi Sulawesi Selatan saat berbincang bersama RRI Dalam Dialog Makassar Menyapa Pagi, Rabu, 8 Juli 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....