Ribuan Warga Banjarnegara Lulus Paket A, B, dan C, Jadi Modal Dongkrak IPM
- 09 Jul 2026 14:11 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banjarnegara – Sebanyak 2.168 warga belajar Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C di Kabupaten Banjarnegara menerima ijazah pada Rabu (8/7/2026). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara optimistis kelulusan ribuan warga tersebut dapat meningkatkan rata-rata lama sekolah sekaligus mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah.
Penyerahan ijazah dilakukan secara simbolis oleh Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana kepada perwakilan warga belajar dalam acara Penyerahan Ijazah Pendidikan Kesetaraan Kabupaten Banjarnegara di Surya Yudha Hotel Banjarnegara.
Bupati Amalia mengatakan, keberhasilan meluluskan 2.168 warga belajar merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Banjarnegara dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, pondok pesantren, hingga berbagai elemen masyarakat.
Menurut dia, pendidikan kesetaraan menjadi salah satu strategi untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal.
"Ini adalah salah satu upaya kerja sama Pemkab dengan seluruh elemen untuk meningkatkan partisipasi sekolah. Dengan 2.168 warga belajar yang lulus hari ini, kami berharap dapat mendongkrak nilai IPM sekaligus meningkatkan kualitas SDM di Banjarnegara," kata Amalia.
Ia menegaskan, ijazah pendidikan kesetaraan memiliki legalitas yang sama dengan pendidikan formal sehingga dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan maupun memenuhi persyaratan dalam dunia kerja.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Banjarnegara Yusuf Agung Prabowo mengatakan, dari total 2.168 lulusan, sebanyak 1.026 orang berusia di bawah 25 tahun, sedangkan 1.144 lainnya berusia di atas 25 tahun.
Menurut Agung, tambahan lulusan pendidikan kesetaraan tersebut diharapkan mampu meningkatkan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Banjarnegara yang saat ini masih berada pada angka 7,10 tahun.
"Insyaallah capaian ini bisa mendongkrak rata-rata lama sekolah. Kami juga berkoordinasi dengan BPS agar data tersebut menjadi salah satu indikator peningkatan IPM Kabupaten Banjarnegara," ujarnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan penyerahan ijazah tahun ini sepenuhnya dibiayai secara swadaya oleh PKBM dan SKB sebagai bentuk gotong royong dalam memajukan pendidikan nonformal.
Sebagian lulusan juga berasal dari Program Ternak Panda 5 (Mengantar Anak Lulus Sekolah Dapat Ijazah SMA) yang dikembangkan Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dindikpora Kabupaten Banjarnegara.
Pada kesempatan tersebut, Dindikpora memberikan penghargaan kepada tiga lulusan tertua, yakni Slamet (60) dari PKBM Mudi Luhur Akuntan, Misrun (58) dari PKBM Maju Mapan Punggelan, dan Karyono (57) dari PKBM Khairul Hasan Kalibening.
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi bahwa semangat menempuh pendidikan tidak dibatasi usia. (jkw)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....