Lestarikan Komunikasi Bertata Krama, Pemko Ingatkan Etika Rang Mudo
- 08 Jul 2026 09:35 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Payakumbuh – Generasi muda Minangkabau di Kota Payakumbuh diingatkan untuk memperketat etika tata krama komunikasi melalui internalisasi nilai Kato Nan Ampek dan prinsip Sumbang Duo Baleh. Pemahaman luhur ini dinilai krusial agar jembatan persatuan sosial antargenerasi tidak goyah pada Selasa, 7 Juli 2026.
Asisten I Setdako Payakumbuh Nofriwandi menjabarkan bahwa pemuda dituntut paham menempatkan Kato Mandaki kepada yang tua, Kato Manurun kepada yang muda, Kato Mandata sesama, dan Kato Malereng kepada tokoh terhormat. Keseimbangan norma tutur kata dan perilaku bertindak ini menjadi benteng utama di tengah masifnya pergeseran zaman.
"Jika etika komunikasi ini runtuh, maka salah satu jembatan persatuan masyarakat juga akan ikut runtuh. Kita harus mengamalkan nilai Sumbang Duo Baleh sebagai pedoman etika dalam kehidupan sehari-hari," tutur Nofriwandi di hadapan peserta pelatihan adat.
Meski demikian, Nofriwandi menggarisbawahi bahwa merawat adat bukan berarti bersikap kaku dan menutup diri dari lompatan kemajuan teknologi. Pemuda justru ditantang memanfaatkan ekosistem digital dan industri kreatif sebagai media promosi guna memperluas syiar kebudayaan Minangkabau.
"Hari ini, perubahan itu hadir dalam bentuk digitalisasi, kecerdasan buatan, dan globalisasi. Karena itu, kita harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan akar budaya," ujarnya mengutip pepatah sakali aia gadang, sakali tapian barubah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....