Kebiasaan Sepele Diam-Diam Menguras Energi Mental Setiap Hari tanpa Disadari

  • 07 Jul 2026 20:55 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya- Merasa cepat lelah meski aktivitas sehari-hari tidak terlalu padat bisa menjadi tanda energi mental mulai terkuras. Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh kelelahan fisik, melainkan beban pikiran dan emosi yang terus menumpuk akibat kebiasaan sehari-hari.

Salah satu kebiasaan yang paling sering menguras energi mental adalah terlalu banyak memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi atau overthinking. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Anxiety Disorders menyebutkan bahwa kebiasaan ini berkaitan dengan meningkatnya kecemasan, stres, dan kelelahan mental sehingga membuat pikiran sulit beristirahat.

Kebiasaan lain yang juga berdampak pada kesehatan mental adalah sulit mengatakan “tidak” kepada orang lain. Terus-menerus memenuhi permintaan tanpa mempertimbangkan kemampuan diri dapat memicu kelelahan emosional. Penelitian dalam Journal of Occupational Health Psychology menunjukkan bahwa kurangnya batasan pribadi meningkatkan risiko mengalami burnout.

Media sosial juga menjadi salah satu pemicu berkurangnya energi mental apabila digunakan tanpa kendali. Terlalu sering membandingkan pencapaian diri dengan kehidupan orang lain dapat memunculkan rasa tidak puas dan stres. Temuan tersebut diperkuat oleh penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers in Public Health mengenai dampak social comparison terhadap kesejahteraan psikologis.

Selain itu, kurangnya waktu untuk beristirahat membuat tubuh dan pikiran tidak memiliki kesempatan memulihkan energi. Kesibukan yang terus berlangsung tanpa jeda dapat meningkatkan kelelahan emosional dan menurunkan kualitas hidup. Penelitian dalam Frontiers in Psychology menegaskan pentingnya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Memendam perasaan juga menjadi kebiasaan yang dapat memperburuk kondisi mental. Menyimpan emosi dalam waktu lama membuat beban pikiran semakin berat dan berpotensi meningkatkan tingkat stres. Sebaliknya, mengekspresikan perasaan melalui komunikasi atau menulis jurnal dapat membantu menjaga kesehatan psikologis.

Dilansir dari Womanblitz.com, mengenali kebiasaan-kebiasaan kecil yang menguras energi mental merupakan langkah awal untuk menjaga keseimbangan emosional. Mengurangi overthinking, menetapkan batasan dengan orang lain, membatasi perbandingan di media sosial, serta menyediakan waktu istirahat menjadi bagian penting dalam merawat kesehatan mental.

Dengan menerapkan kebiasaan yang lebih sehat dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat serta mengelola emosi, seseorang dapat menjaga energi mental tetap stabil. Perubahan sederhana yang dilakukan secara konsisten akan memberikan manfaat besar bagi kualitas hidup dan kesejahteraan psikologis dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....