Mengenal Sejarah, Fakta Menarik, dan Manfaat Cokelat
- 07 Jul 2026 19:00 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Setiap tanggal 7 Juli, masyarakat di berbagai negara memperingati Hari Cokelat Sedunia (World Chocolate Day). Peringatan ini menjadi momen untuk mengenang perjalanan panjang cokelat dari bahan pangan tradisional hingga menjadi salah satu makanan paling populer di dunia.
Tanggal 7 Juli dipercaya sebagai hari ketika cokelat pertama kali diperkenalkan ke Eropa pada sekitar tahun 1550. Sejak saat itu, cokelat berkembang menjadi berbagai produk olahan, mulai dari minuman, cokelat batangan, hingga aneka makanan penutup. Hari Cokelat Sedunia mulai diperingati secara luas sejak tahun 2009 sebagai bentuk apresiasi terhadap sejarah dan budaya konsumsi cokelat di berbagai belahan dunia.
Jauh sebelum dikenal secara global, biji kakao telah dimanfaatkan oleh peradaban Maya dan Aztec di Amerika Tengah. Saat itu, kakao diolah menjadi minuman yang dicampur dengan rempah-rempah seperti vanila dan cabai. Biji kakao bahkan pernah digunakan sebagai alat tukar karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Pohon kakao memiliki nama ilmiah Theobroma cacao, yang berasal dari bahasa Yunani dan berarti "makanan para dewa". Nama tersebut mencerminkan tingginya nilai kakao pada masa lampau. Kini, cokelat hadir dalam beragam bentuk dan menjadi bagian dari industri pangan global yang terus berkembang.
Indonesia juga memiliki peran penting dalam industri kakao dunia. Sebagai salah satu negara penghasil kakao, komoditas ini menjadi sumber penghidupan bagi banyak petani sekaligus memberikan kontribusi terhadap ekspor hasil perkebunan nasional. Momentum Hari Cokelat Sedunia turut menjadi kesempatan untuk mengapresiasi para petani dan pelaku industri kakao yang menghasilkan produk bernilai tambah.
Selain memiliki cita rasa yang khas, cokelat juga menjadi perhatian para peneliti karena kandungan senyawa alami di dalamnya. Kakao, terutama yang diolah menjadi cokelat hitam (dark chocolate) dengan kandungan kakao tinggi, mengandung flavanol, yaitu kelompok antioksidan yang diketahui dapat membantu menjaga fungsi pembuluh darah dan mendukung kesehatan sistem kardiovaskular apabila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
Temuan tersebut didukung oleh sejumlah penelitian ilmiah. Salah satunya adalah Cocoa Supplement and Multivitamin Outcomes Study (COSMOS) yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition pada 2022. Penelitian yang melibatkan lebih dari 21.000 peserta itu menemukan bahwa konsumsi flavanol kakao tidak menurunkan kejadian penyakit kardiovaskular secara keseluruhan secara signifikan.
Namun, penelitian tersebut mencatat adanya penurunan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular pada kelompok yang mengonsumsi flavanol kakao dibandingkan kelompok plasebo. Para peneliti menegaskan bahwa hasil tersebut masih memerlukan penelitian lanjutan dan tidak dapat dijadikan alasan untuk mengonsumsi cokelat secara berlebihan.
Hasil serupa juga dilaporkan dalam sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa kakao dan cokelat yang kaya flavanol berpotensi memperbaiki beberapa faktor risiko penyakit kardiovaskular, seperti tekanan darah, fungsi pembuluh darah, dan sensitivitas insulin. Meski demikian, manfaat tersebut terutama diperoleh dari produk dengan kandungan kakao tinggi dan kadar gula yang rendah.
Para ahli mengingatkan bahwa manfaat kesehatan berasal dari kandungan kakao, bukan dari tambahan gula maupun lemak yang terdapat pada berbagai produk cokelat olahan. Oleh karena itu, konsumsi cokelat tetap dianjurkan dalam jumlah yang wajar sebagai bagian dari pola makan sehat dan gaya hidup seimbang.
Peringatan Hari Cokelat Sedunia bukan sekadar ajang menikmati makanan manis, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenal sejarah panjang kakao, menghargai peran para petani, serta memahami hasil-hasil penelitian yang menunjukkan potensi manfaat kakao bagi kesehatan. Dengan konsumsi yang bijak, cokelat dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat sekaligus mendukung keberlanjutan industri kakao, termasuk di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....