Puluhan Gempa Guncang Bali yang Tidak Dirasakan Masyarakat

  • 08 Jul 2026 08:22 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Puluhan gempabumi yang didominasi gempabumi dangkal kembali mengguncang Pulau Dewata dan wilayah sekitarnya pada periode minggu ke-4 bulan Juni 2026. Berdasarkan data Stasiun Geofisika Denpasar, daerah Bali dan sekitarnya dilanda 38 kejadian gempabumi dengan magnitudo bervariasi mulai dari 1.8 sampai 4.7.

PMG Ahli Pertama, Stasiun Geofisika Denpasar Muhammad Azany Harits kepada RRI.CO.ID di Denpasar mengatakan, dari puluhan gempabumi tersebut, didominasi gempa dengan magnitudo kurang dari 3 sebanyak 35 kejadian atau 92 persen dari total kejadian gempabumi. Sedangkan gempa bermangnitudo 3 sampai kurang dari 5 sejumlah 3 kejadian atau 7 persen dari total kejadian gempabumi dan nihil gempabumi dengan magnitudo lebih dari 5.

“Puluhan Gempabumi kembali mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya sepanjang periode minggu ke-4 bulan Juni 2026. Namun tidak dirasakan masyarakat Bali karena gempa yang terjadi didominasi gempa dangkal,” ujarnya.

Sementara, berdasarkan kedalaman gempa, Muhammad Azany Harits mengungkapkan, kejadian gempabumi kurang dari 60 km sebesar 65 persen dari total kejadian gempabumi. Ia menjelaskan, gempabumi dangkal sebanyak 25 kejadian gempabumi, terdapat 13 kejadian gempabumi dengan kedalaman menengah antara 60 - 300 km atau 34 persen dari total kejadian gempabumi, dan tidak terdapat kejadian Gempabumi dalam.

“Gempa dangkal sebanyak 25 kejadian gempabumi, terdapat 13 kejadian gempabumi dengan kedalaman menengah dan nihil kejadian gempa dalam,” tuturnya.

Berdasarkan data Stasiun Geofisika Denpasar selama minggu ke-4 bulan Juni 2026, di daerah Bali dan sekitarnya telah terjadi 38 kejadian gempabumi. Selama periode ini, gempabumi yang terjadi tercatat 28 kejadian gempabumi melanda selatan Pulau Jawa, Bali, dan Lombok yang berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia. Serta 10 kejadian gempabumi menyebar di wilayah Pulau Bali, Lombok dan sekitarnya yang berkaitan dengan sesar di belakang busur Flores dan aktivitas sesar aktif.

Selama periode ini tidak terdapat kejadian gempabumi yang dirasakan masyarakat di Bali dan wilayah sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....