Transformasi Pendidikan Melalui Kurikulum Berbasis Cinta

  • 06 Jul 2026 07:30 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Sarilamak - Bertempat di aula Kantor Wali Nagari Tunggkar (06/07) berlangsung kegiatan workshop Kurikulum Berbasis Cinta MIN Lima Puluh Kota.

Kegiatan strategis tersebut diikuti oleh dua puluh lima peserta tenaga pendidik dan kependidikan yang antusias mengikuti pemaparan materi. Kakan Kemenag Lima Puluh Kota secara resmi membuka kegitan tersebut dihadiri oleh Kepala KUA Situjuah Limo Nagari, Pengawas madrasah dan tamu undangan lainnya.

H.Eri Iswandi,MA Kakan Kemenag Lima Puluh Kota dalam arahannya menyampaikan, transformasi dunia pendidikan merupakan satu keniscyaan ditengah lompatan kemajuan teknologi.

“Dunia telah memasuki era Society 5.0 yang ditandai dengan lompatan kemajuan teknologi yang begitu massif, Pendidikan pada era Society 5.0 menjadi kebutuhan esensial menopang kemajuan, perkembangan, dan kesejahteraan manusia. Society 5.0 merujuk pada masyarakat super cerdas yang mengintegrasikan teknologi, informasi, dan komunikasi melalui cyber space. Transformasi ini mempengaruhi perilaku dan gaya hidup manusia, termasuk dalam pendidikan, di mana penggunaan media belajar dan pembelajaran berbasis online menjadi ciri khasnya. Oleh sebab itu seluruh komponen pendidikan harus adaptif terhadap perubahan tersebut.”Tegas H.Eri.

Lebih lanjut dijelaskan, Kementerian Agama melalui Kurikulum Berbasis Cinta terus berikhtiar melahirkan generasi insan kamil sebagai pelanjut perjuang umat dan bangsa.

“Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kita ingin memastikan bahwa setiap proses pembelajaran mengandung nilai kasih sayang, empati, dan kepedulian. Anak-anak tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang baik serta kepekaan sosial. Perlu ditegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar program sesaat, melainkan budaya yang harus dibangun secara konsisten. Implementasinya dilakukan secara bertahap, dimulai dari langkah kecil namun berkelanjutan.” Ujarnya

Di sisi lain Kakan Kemenag meminta seluruh stakeholder untuk berani keluar dari zona nyaman untuk terus melahirkan inovasi.

“Tenaga Pendidik dan Kependidikan di madrasah harus berani keluar dari zona nyaman yang statis. Pembaruan metode, media, dan strategi belajar akan menciptakan pengalaman yang lebih efektif, interaktif, dan relevan. Praktik ini berfokus pada pendekatan seperti Project-Based Learning dan integrasi literasi digital/AI untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta. Oleh sebab itu workshop hari ini (red) merupakan wahana strategis dalam updating kompetensi tenaga pendidikan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di madrasah.”tegas alumni UIN Imam Bonjol ini.

Mengakhri arahanya Kakan Kemenag menegaskan sesuai dengan Asta Protas Kementerian Agama yang salah satunya implemtasi Ekoteologi di seluruh unit kerja.

“Madrasah merupakan lokomotif utama dalam merawat, menjaga dan melestarikan lingkungan. Alam diciptakaan Allah S.W.T dengan keteraturan berjalan pada system orbit masing-masing. Semangat Ekoteologi tersebut harus menjadi ruh dari pendidikan di Madrasah.”tutup H.Eri iswandi penuh optimisme. (APP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....