Pekerja Tambang Ditemukan Tewas Tenggelam di Desa Bantan
- 06 Jul 2026 11:28 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Sungailiat – Seorang pekerja tambang timah ditemukan tewas tenggelam usai dilaporkan hilang di Desa Bantan, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Korban diketahui bernama Faris (18) warga setempat, yang mana sebelumnya diketahui sedang beraktivitas mencari timah di atas ponton yang berada di kolong tambang Desa Bantan.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang Mikel Rachman Junika menjelaskan, korban diketahui sempat beristirahat untuk makan siang dan kemudian berbaring di atas ponton tersebut. Namun, selang beberapa waktu kemudian, paman korban yang tiba di lokasi terkejut mendapati keponakannya sudah tidak ada di tempat.
Kecurigaan bahwa korban tenggelam semakin menguat setelah pihak keluarga menemukan sepeda motor milik Faris masih terparkir rapi di pinggir kolong tambang. Sementara keberadaan korban tidak diketahui sama sekali.
Paman korban bersama warga sekitar langsung melakukan upaya pencarian mandiri di sekitar area kolong. Namun, hingga Sabtu malam, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Kepala Desa Bantan Suhandi lalu melaporkan peristiwa tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang.
Merespons laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang segera mengerahkan Tim Rescue dari Pos SAR Belitung dan Unit Siaga SAR (USS) Tanjung Pandan menuju ke lokasi kejadian.
Tim SAR Gabungan melakukan pemantauan dan penyisiran di sepanjang pinggiran kolong tambang. Upaya pemantauan dan pencarian ini membuahkan hasil, pada pukul 02:56 WIB, tubuh korban terlihat muncul ke atas permukaan air di sekitar lokasi terakhir korban terlihat. Tim SAR Gabungan yang dibantu warga langsung membawa jasad korban menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah bersinergi di lapangan, yaitu Tim Rescuer USS Tanjung Pandan, Polsek Bantan, BPBD Kabupaten Belitung, Perangkat Desa Bantan, serta masyarakat setempat. Kolaborasi yang solid sangat menentukan kecepatan dan kelancaran operasi kemanusiaan ini,” Mikel Rachman Junika.
Sementara itu, Ikhsan, warga Membalong, mengapresiasi Tim SAR gabungan yang berhasil mengevakuasi jenazah korban.
“Pastinya kerja di TI harus hati-hati karena pentingkan keselamatan, jangan kerja tapi tidak selamat. Tim SAR juga kami apresiasi bisa bantu masyarakat yang kena musibah,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....