Kekayaan Jenis Burung di Aceh Jadi Aset Penting Konservasi Keanekaragaman Hayati

  • 05 Jul 2026 15:09 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Aceh dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di Indonesia. Kekayaan tersebut tidak hanya terlihat dari bentang alamnya, tetapi juga dari beragam spesies burung yang menghuni berbagai kawasan hutan, pegunungan, rawa, hingga pesisir. Potensi ini menjadi pembahasan dalam program Green Radio RRI Banda Aceh bertema "Kekayaan Jenis Burung di Aceh dan Nilai Konservasinya", Sabtu 4 Juli 2026, dengan menghadirkan Agus Nurza Z., Wildlife Photographer sekaligus Aceh Birder Leader, sebagai narasumber.

Agus Nurza menjelaskan bahwa Aceh memiliki ratusan jenis burung, termasuk sejumlah spesies endemik dan satwa yang dilindungi. Keberadaan burung tidak hanya memperkaya keanekaragaman hayati, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, seperti membantu penyerbukan tanaman, penyebaran biji, hingga mengendalikan populasi serangga secara alami.

"Kelestarian burung sangat bergantung pada kondisi habitatnya. Ancaman berupa alih fungsi hutan, perburuan liar, perdagangan satwa ilegal, serta kebakaran hutan menjadi faktor utama yang menyebabkan penurunan populasi berbagai jenis burung di Aceh. Jika kondisi tersebut terus berlangsung, bukan hanya satwa yang terancam, tetapi juga keseimbangan ekosistem yang menopang kehidupan manusia," katanya.

Agus menegaskan bahwa upaya konservasi tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah atau organisasi lingkungan. Partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelestarian keanekaragaman hayati. Edukasi lingkungan sejak usia dini, penghentian perburuan liar, menjaga kelestarian hutan, serta tidak memelihara burung hasil tangkapan dari alam merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan bersama.

Ia juga menyoroti potensi birdwatching atau pengamatan burung sebagai bagian dari ekowisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa merusak alam. Dengan pengelolaan yang baik, kekayaan burung di Aceh dapat menjadi daya tarik wisata berbasis konservasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga habitat satwa liar.

"Burung merupakan indikator kesehatan lingkungan. Ketika populasi burung tetap terjaga, itu menunjukkan bahwa ekosistem masih berfungsi dengan baik. Karena itu, menjaga burung berarti menjaga masa depan lingkungan dan kehidupan kita sendiri," ujar Agus Nurza.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....