Aceh Miliki Lebih dari 700 Spesies Burung, Surga Pengamat Satwa

  • 08 Jul 2026 10:57 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Aceh menjadi salah satu wilayah dengan kekayaan jenis burung yang sangat tinggi di Indonesia. Selain menjadi habitat berbagai burung penetap dan endemik, wilayah paling barat Indonesia ini juga menjadi lokasi persinggahan penting bagi burung-burung migran dari berbagai belahan dunia.

Wildlife fotografer sekaligus Aceh Birder Leader, Agus Nurza, mengatakan Pulau Sumatra, termasuk Aceh, memiliki lebih dari 700 spesies burung dengan karakteristik yang beragam.

"Karena Aceh berada di Pulau Sumatra, jumlah jenis burungnya sangat banyak, lebih dari 700 spesies. Ada burung penetap, burung endemik, hingga burung migrasi yang singgah di kawasan hutan maupun pesisir Aceh. Bahkan di pulau-pulau kecil seperti Pulau Weh juga terdapat spesies endemik yang sangat menarik," kata Agus dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh pada program Green Radio, Sabtu 4 Juli 2026.

Agus menuturkan ketertarikannya mendokumentasikan burung bermula pada 2007. Saat itu, ia bersama sejumlah rekan melakukan survei sederhana di kawasan Banda Aceh untuk mencari keberadaan burung migrasi yang kala itu dikaitkan dengan penyebaran virus flu burung.

Wildlife fotografer sekaligus Aceh Birder Leader, Agus Nurza, (kanan) saat menjadi narasumber dalam perbicangan bersama RRI Banda Aceh (Foto: RRI)

Menurutnya, survei tersebut berkembang menjadi penelitian yang lebih luas setelah mereka menemukan bahwa Aceh merupakan salah satu daerah persinggahan penting bagi burung migran. Salah satu lokasi yang pernah menjadi tempat singgah berbagai jenis burung migrasi adalah kawasan Pasar Al Mahirah di Banda Aceh.

"Kami kemudian membangun jaringan dengan para pengamat burung di seluruh Indonesia untuk mengetahui fenomena migrasi burung. Dari beberapa survei, ternyata Aceh memang menjadi lokasi persinggahan burung migrasi, baik di kawasan pesisir maupun hutan," ujarnya.

Pengamatan yang telah berlangsung hampir dua dekade itu juga menghasilkan sejumlah temuan penting. Agus mengungkapkan, timnya menemukan bahwa beberapa jenis burung yang sebelumnya diduga hanya bermigrasi ternyata berkembang biak di Aceh.

Salah satu temuan yang menarik adalah keberadaan elang Sikra atau yang dikenal masyarakat Aceh sebagai elang siwah. Burung tersebut ditemukan bersarang dan berhasil membesarkan anaknya di kawasan Kota Banda Aceh.

"Kami menemukan sarangnya, kemudian anaknya tumbuh hingga dewasa. Pada tahun berikutnya kami juga kembali menemukan sarang baru. Temuan ini kemudian kami tulis dalam jurnal ilmiah untuk menunjukkan bahwa spesies tersebut berkembang biak di Aceh," katanya.

Hasil penelitian itu kemudian dipublikasikan dalam jurnal ornitologi Indonesia dan menjadi catatan penting bagi dunia konservasi. Temuan tersebut membuka kemungkinan bahwa elang Sikra bukan sekadar burung migran, tetapi juga memiliki populasi penetap di Aceh.

Agus menilai, masih banyak potensi keanekaragaman hayati burung di Aceh yang belum terdokumentasikan secara menyeluruh. Menurutnya, keterbatasan jumlah pengamat burung menjadi salah satu penyebab masih minimnya data mengenai berbagai spesies yang hidup di wilayah tersebut.

Ia berharap semakin banyak masyarakat, peneliti, dan pecinta alam yang terlibat dalam kegiatan pengamatan burung sehingga kekayaan biodiversitas Aceh dapat terus didokumentasikan sekaligus menjadi dasar dalam upaya konservasi satwa liar di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....