Dosen Unjaya Berdayakan Kader Posyandu Tingkatkan Pencegahan Stunting

  • 04 Jul 2026 09:53 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul- Dosen Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Penurunan Stunting Melalui Peningkatan Kompetensi Kader, Penggunaan Alat Antropometri, dan Pembuatan E-StuntCare Tumbuh Kembang Anak. Kegiatan tersebut digelar di Posyandu Balita Anyelir 2, Maguwo–Tegal Kopen, Banguntapan, Bantul.

Program ini merupakan bagian dari hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi tiga dosen Unjaya, yakni Dr. Ida Nursanti, S.Kep., Ns., MPH dari Program Studi S-1 Keperawatan, Ika Fitria Ayuningtyas, S.Si.T., M.Kes. dari Program Studi D-3 Kebidanan, serta Murwani Eko Astuti, S.E., M.B.A. dari Program Studi S-1 Manajemen, bekerja sama dengan Posyandu Balita Anyelir 2 Maguwo–Tegal Kopen.

Ketua tim pengabdian, Dr. Ida Nursanti, mengatakan, program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam mendeteksi dini stunting melalui penguasaan penggunaan alat antropometri yang sesuai standar serta pemanfaatan aplikasi digital E-StuntCare untuk pemantauan tumbuh kembang anak.

“Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan pengukuran antropometri yang benar sekaligus memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pencatatan dan pemantauan tumbuh kembang anak,” ujarnya, Jumat 2/7/2026.

Rangkaian kegiatan meliputi pemantapan kelembagaan, pelatihan kompetensi kader pencegahan stunting, pelatihan penggunaan alat antropometri standar, pendampingan implementasi pengukuran, pengembangan dan pelatihan sistem digital E-StuntCare, integrasi hasil pengukuran dengan aplikasi, edukasi kepada masyarakat, intervensi bagi balita berisiko, hingga evaluasi dan penyusunan rencana keberlanjutan program.

“Melalui berbagai tahapan tersebut, kader posyandu memperoleh peningkatan kompetensi dalam melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara lebih akurat. Selain meningkatkan keterampilan teknis, program ini juga memperkuat kepercayaan diri kader dalam melaksanakan skrining, pencatatan, pelaporan, dan tindak lanjut terhadap balita yang berisiko mengalami stunting,” kata Ida.

Aplikasi E-StuntCare yang dikembangkan dalam program ini turut menjadi inovasi untuk mendukung digitalisasi layanan posyandu. Aplikasi tersebut menyediakan media pencatatan hasil pemantauan tumbuh kembang anak, dokumentasi data, sekaligus sarana edukasi bagi kader maupun orang tua.

Tim pengabdian menilai bahwa pemberdayaan kader melalui peningkatan kompetensi, penggunaan alat antropometri yang terstandar, serta pemanfaatan teknologi digital merupakan strategi efektif dalam memperkuat pelayanan posyandu sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di tingkat masyarakat.

Agar manfaat program dapat terus dirasakan, keberlanjutan kegiatan melalui pendampingan, monitoring, dan kolaborasi antara perguruan tinggi, puskesmas, pemerintah desa, serta kader posyandu dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Keberhasilan pelaksanaan program juga didukung oleh antusiasme peserta serta kerja sama yang baik antara dosen, mahasiswa, dan kader Posyandu Balita Anyelir 2. Tim pengabdian menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta, serta Posyandu Balita Anyelir 2 Maguwo Banguntapan Bantul atas dukungan dan kesempatan yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Melalui program ini diharapkan kader posyandu memiliki kompetensi yang semakin baik dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang anak, menggunakan alat antropometri sesuai standar, serta memanfaatkan aplikasi E-StuntCare sebagai media pencatatan dan pemantauan yang lebih efektif. Sinergi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya percepatan penurunan stunting sekaligus mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....