Produksi Beras Indonesia Naik 13,5 Persen

  • 03 Jul 2026 12:51 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Indonesia mencatatkan capaian positif di sektor pangan dengan proyeksi peningkatan produksi beras sebesar 13,5 persen pada tahun 2026. Di tengah tren penurunan produksi yang dialami sejumlah negara produsen utama dunia, Indonesia justru menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

Berdasarkan data yang ditampilkan dalam infografik mengacu pada FAO Food Outlook Juni 2026, produksi beras Indonesia diproyeksikan meningkat dari 34 juta ton menjadi 38,6 juta ton. Kenaikan tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan produksi beras tertinggi di antara sejumlah negara produsen besar.

Sebaliknya, beberapa negara lain diperkirakan mengalami penurunan produksi. Thailand tercatat turun 6,1 persen, Brasil 12,9 persen, dan Amerika Serikat mengalami penurunan paling besar, yakni 15,2 persen.

Peningkatan produksi beras nasional dinilai menjadi sinyal positif bagi upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. Capaian tersebut juga menunjukkan kemampuan Indonesia meningkatkan produktivitas di tengah tantangan global, seperti perubahan iklim, gangguan rantai pasok, hingga ketidakpastian ekonomi dunia.

Selain meningkatkan ketersediaan beras di dalam negeri, pertumbuhan produksi juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta memperkuat cadangan beras nasional untuk menghadapi berbagai kemungkinan di masa mendatang.

Dalam infografik tersebut juga disampaikan bahwa ketika sejumlah negara mengalami penurunan produksi pangan, Indonesia justru mampu meningkatkan hasil panennya. Kondisi ini disebut sebagai bukti bahwa berbagai upaya penguatan sektor pertanian mulai menunjukkan hasil yang nyata.

Meski demikian, para pengamat mengingatkan bahwa keberhasilan peningkatan produksi perlu terus diikuti dengan penguatan infrastruktur pertanian, perbaikan sistem irigasi, penyediaan pupuk yang memadai, penggunaan benih unggul, serta perlindungan terhadap kesejahteraan petani. Langkah tersebut dinilai penting agar tren positif produksi beras dapat dipertahankan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....