Pelatihan Digital Camp Buka Peluang UMK Naik Kelas dan Perluas Pasar
- 02 Jul 2026 11:13 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang meluncurkan program Digital Camp "SDM UMK Go Up" untuk meningkatkan daya saing pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Program ini membekali peserta dengan keterampilan digital, literasi keuangan, dan strategi pengembangan usaha agar mampu memperluas pasar.
Sebanyak 200 pelaku UMK dari berbagai sektor mengikuti pelatihan yang mencakup pengelolaan keuangan, pemanfaatan teknologi digital, serta pemasaran melalui media sosial dan berbagai platform digital. Peserta juga memperoleh pendampingan agar mampu menerapkan materi secara langsung dalam pengembangan usahanya.
Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Semarang, Fikri Kurniakiki, mengatakan program tersebut tidak berhenti pada pelatihan di dalam kelas. Sebanyak 20 UMK terbaik akan diseleksi untuk mengikuti pendampingan lanjutan berupa digital marketing, akses permodalan, dan peningkatan produktivitas.
Menurut Fikri, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam keberhasilan transformasi UMK di era digital. "Pelaku usaha tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga harus mampu mengimplementasikan teknologi digital dan mengelola keuangan secara profesional agar mampu menghasilkan usaha yang produktif, adaptif, dan berdaya saing tinggi," kata Fikri usai pembukaan, Kamis, 2 Juli 2026.
Ia menambahkan, digitalisasi kini menjadi kebutuhan bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing. Pemanfaatan sistem pembayaran digital, pemasaran melalui media sosial, serta pencatatan keuangan yang tertib menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku UMK untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring bisnis. "Program Digital Camp juga menjadi bentuk komitmen BBPVP Semarang dalam mendukung peningkatan kualitas SDM Indonesia melalui pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri," ucapnya.
Staf Ahli Bidang Ekonomi Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan, Aris Wahyudi, menilai penguatan kapasitas SDM merupakan investasi jangka panjang bagi daya saing UMK Indonesia. Ia berharap Digital Camp dapat direplikasi di berbagai daerah sehingga semakin banyak UMK yang naik kelas, memperluas pasar, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....