Sekaa Angklung Kerthiyasa Pukau Pengunjung PKB
- 02 Jul 2026 07:09 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Utsawa Angklung kebyar khas duta Kota Denpasar yang ditampikan Sekaa Angklung Kerthiyasa Br. Suwung Batan Kendal duta Kota Denpasar sukses menghipnotis pengunjung Pesta Kesenian Bali di Taman Budaya Denpasar, Rabu 1 Juli 2026 . Kesenian yang menggabungkan instrumen angklung dengan gong kebyar itu berhasil menciptakan nuansa syahdu yang identik dengan ritual sakral Pitra Yadnya. Riuh tepuk tangan penonton menjadi bukti Utsawa mebarung Angklung Kebyar sukses menghibur penonton Pesta Kesenian Bali yang tumpah ruah memadati kalangan Ratna Kanda.
Koordinator Sekaa Angklung Kerthiyasa Br. Suwung Batan Kendal duta Kota Denpasar I Nyoman Sarna kepada RRI.CO.ID di Taman Budaya Provinsi Bali mengatakan, kesenian Angklung Kebyar merupakan jenis musik gamelan tradisional Bali yang menggabungkan instrumen angklung bambu teknik permainan dan dinamika rancak ala kesenian Gong Kebyar. Kesenian ini memadukan nada lincah, improvisasi cepat, dan instrumen pelengkap seperti kendang, kempur, serta gong. Nyoman Sarna menjelaskan, kesenian Angklung kebyar ini memiliki karakteristik yang awalnya berfungsi mutlak untuk irigasi ritual sakral Pitra Yadnya (Ngaben) yang bernuansa syahdu.
“Namun seiring perkembangan kesenian, kini Angklung Kebyar lebih sering dipentaskan sebagai hiburan, festival, dan pengiring berbagai tari kreasi Bali dengan tetap mengedepankan pakem – pakem tradisional,” ujar Nyoman Sarna.
Dalam Utsawa Angklung Kebyar tersebut, para seniman Sekaa Angklung Kerthiyasa Br. Suwung Batan Kendal duta Kota Denpasar menampilkan sejumlah garapan diantaranya Tabuh Keklentangan “Satya Wacana”, Tari Prawireng Putri, Tabuh Kreasi “Sirgara” dan Tari Kreasi “Tasik Amertaning Segara”. Garapan yang ditampilkan para seniman duta Kota Denpasar tersebut terinspirasi dari filosofi Satya Wacana yang merupakan pedoman hidup untuk mencapai kebenaran yang menyajarkan ucapan selaras dengan kenyataan dan hati nurani untuk menciptakan ketenangan batin menuju kedamaian.
Berpijak pada hal itu memunculkan ide Tabuh Angklung Keklentangan “Satya Wacana”. Sementara , untuk Tari Prawireng Putri merupakan tari massal yang dikembangkan dalam bentuk prajurit putri yang gagah untuk usaha bela negara. Nuansa gerak keprajuritan tertata dalam gemulai karakteristik wanita sebagai prajurit.
Sedangkan Tabuh Kreasi Sirgara berpijak dalam bentuk tradisi, kawitan, pengawak dan pengecet terbingkai menjadi keragaman permainan setiap instrument yang melebur dalam kesatuan rangkain melodi yang indah. Pementasan pemungkas Sekaa Angklung Kerthiyasa Br. Suwung Batan Kendal yakni Tari Kreasi “Tasik Amertaning Segara” yang menceritakan kehidupan masyarakat Suwung Batan Kendal yang terletak di daerah pesisir yang sebagian besar berprofesi sebagai pembuat garam secara tradisional (nguyah). Keunikan nguyah tersebut diramu dalam tata gerak harmonis dan dipadupadankan dengan karakter dari tari kreasi ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....