BAZNAS Sulteng Resmikan Masjid Darurat untuk Penyintas Gempa di Sigi

  • 01 Jul 2026 09:49 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Sigi – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Tengah meresmikan Masjid Darurat Al Muhajirin di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Senin 29 Juni 2026. Kehadiran masjid darurat tersebut menjadi solusi sementara bagi masyarakat yang kehilangan tempat ibadah akibat gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo yang melanda wilayah tersebut.

Masjid darurat berukuran 10 x 10 meter yang dilengkapi teras itu mampu menampung sekitar 150 jamaah. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat selama proses pembangunan kembali Masjid Al Muhajirin yang mengalami kerusakan berat akibat gempa.

Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Tengah, Hatamuddin Tamrin, mengatakan pembangunan masjid darurat merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan spiritual masyarakat yang terdampak bencana.

"Beberapa waktu lalu kita diliputi ketakutan dan kecemasan akibat gempa. Masjid kita rusak berat, namun hari ini Allah menghadirkan keberkahan melalui berdirinya masjid darurat ini sebagai tempat ibadah sementara," ujarnya saat peresmian.

Menurut Hatamuddin, pembangunan masjid darurat bukan hanya menghadirkan fasilitas ibadah sementara, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan semangat dan solidaritas masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.

Masjid tersebut dibangun melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun BAZNAS melalui Program BAZNAS Tanggap Bencana dan BAZNAS Sulteng Peduli. Proses pembangunannya dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat, relawan TNI-Polri, serta Tim BAZNAS Tanggap Bencana.

Hatamuddin juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan dan memakmurkan masjid dengan melaksanakan salat berjamaah secara rutin.

"Walaupun bangunannya darurat, jangan sampai jamaahnya juga darurat. Makmurkan masjid ini dengan salat lima waktu berjamaah," pesannya.

Ia berharap keberadaan masjid darurat tetap memberikan manfaat bagi masyarakat bahkan setelah pembangunan masjid permanen selesai dilakukan.

Pada kesempatan itu, BAZNAS Sulteng turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam percepatan penanganan pascabencana. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat desa, TNI-Polri, relawan, tokoh agama, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.

Tim BAZNAS Tanggap Bencana diketahui telah bertugas di lokasi sejak 16 hingga 29 Juni 2026 dengan menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan, mulai dari kebutuhan dasar hingga dukungan pemulihan sarana ibadah masyarakat.

Peresmian Masjid Darurat Al Muhajirin ditandai dengan pembacaan basmalah dan hamdalah bersama sebagai simbol penyerahan penggunaan masjid kepada pengurus dan masyarakat Desa Kamarora A. Kehadiran masjid tersebut diharapkan menjadi simbol ketangguhan, gotong royong, serta harapan baru bagi masyarakat dalam melanjutkan proses pemulihan pascabencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....