Bupati Bojonegoro Resmikan Gedung Baru Puskesmas Tanjungharjo

  • 01 Jul 2026 00:00 WIB
  •  Tuban

‎RRI.CO.ID, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus berkomitmen memperkuat infrastruktur kesehatan sebagai upaya peningkatan pelayanan publik. Hari ini, Selasa 30 Juni 2026, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah secara resmi meresmikan gedung baru Puskesmas Tanjungharjo di Kecamatan Kapas.

‎‎Peresmian ini menjadi bukti dimulainya operasional Puskesmas Tanjungharjo yang kini hadir dengan fasilitas yang lebih representatif dan komprehensif. Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menekankan pentingnya memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada seluruh masyarakat.

‎‎"Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkewajiban untuk memastikan pelayanan kesehatan yang prima. Saya telah menginstruksikan jajaran terkait untuk terus melakukan pengecekan berkala terhadap seluruh puskesmas, baik dari segi sarana maupun prasarana, untuk memastikan standar kenyamanan dan kualitas pelayanan bagi warga," kata Bupati Setyo Wahono.

‎‎Bupati turut mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam merealisasikan gedung baru ini, termasuk pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan dengan BPJS Kesehatan. Ia juga menyoroti keberhasilan capaian Universal Health Coverage (UHC) di Bojonegoro yang telah mencapai 99 persen.

‎‎"Saya juga mendorong agar terciptanya lingkungan puskesmas yang asri dengan pemanfaatan ruang terbuka hijau. Agar masyarakat merasa lebih nyaman," ucapnya.

‎‎Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, memaparkan bahwa Puskesmas Tanjungharjo resmi beroperasi setelah terbitnya izin operasional dari DPMPTSP per 25 Juni 2026. Berdiri di atas lahan seluas 7.159 m² dengan luas bangunan 1.255 m², fasilitas ini menawarkan peningkatan akses pelayanan dibanding gedung sebelumnya.

‎‎"Puskesmas ini sekarang memiliki kapasitas rawat inap dengan delapan tempat tidur pasien dan tiga tempat tidur nifas. Penambahan kapasitas ini krusial untuk menunjang kebutuhan observasi dan pengobatan berkelanjutan bagi pasien," ujar Ninik.

‎‎Sebagai upaya optimalisasi layanan, Puskesmas Tanjungharjo kini menerapkan sistem berbasis klaster. Diantaranya, klaster 1 manajemen, klaster 2, kesehatan ibu dan anak, klaster 3 dewasa dan lansia, klaster 4 penanggulangan penyakit menular dan kesehatan lingkungan, dan klaster 5 dukungan lintas klaster.

‎‎Terdapat juga fasilitas pelengkap seperti UGD, Poli Gigi, Farmasi, Gizi, dan Laboratorium. Selain itu, didukung oleh 44 tenaga kesehatan dan administrasi profesional, fasilitas ini akan fokus pada program prioritas nasional, seperti penanganan stunting, penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), serta penuntasan TBC.

‎Di sisi lain, Wakil Bupati Nurul Azizah menambahkan bahwa Pemkab Bojonegoro pada tahun 2026 memprioritaskan pembangunan pada sektor kesehatan dan pertanian. Wabup juga mengimbau seluruh pihak untuk tetap waspada terhadap potensi kekeringan.

‎‎"Selama musim kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga November ini, menjadi atensi bersama. Karena menurut data, sebanyak 72 desa di Bojonegoro memiliki risiko kekeringan," katanya.

‎‎Rangkaian acara peresmian diawali dengan penanaman pohon secara simbolis sebagai wujud komitmen Pemkab Bojonegoro dalam memadukan pelayanan kesehatan dengan kelestarian alam. Selanjutnya, diakhiri dengan peninjauan fasilitas gedung baru oleh Bupati dan jajaran pemerintah daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....