Tingkatkan Mutu Pendidikan, Bojonegoro Gelar Diseminasi Crowdsourcing 100 Ide

  • 27 Mei 2026 07:23 WIB
  •  Tuban

‎RRI.CO.ID, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mematangkan strategi untuk mendongkrak mutu pendidikan lokal. Langkah tersebut diwujudkan melalui agenda Diseminasi Crowdsourcing "100 Ide Pendidikan untuk Bojonegoro" yang diinisiasi oleh Inspirasi Akademisi dan Periset Bojonegoro (Inspira Risbo).

‎‎Agenda yang digelar Selasa 26 Mei 2026 di Ruang Angling Dharma Lantai 2 Kantor Pemkab Bojonegoro, ini menjadi langkah kolaboratif yang sengaja digelar guna menjawab tantangan besar di sektor pendidikan. Salah satunya adalah penuntasan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang jumlahnya masih menyentuh ribuan anak.

‎‎Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadho, menjelaskan bahwa persoalan ATS masih cukup mendesak. Berdasarkan data terakhir, tercatat ada ribuan anak di Bojonegoro yang belum mendapatkan pendidikan formal.

‎‎"Sesuai hasil (data) terakhir kami, masih ada sekitar 5.610 ATS. Ini perlu kerja sama semua pihak agar ke depan persoalan ATS di Bojonegoro dapat segera dituntaskan," ujar Anwar.

‎Ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab mendidik generasi bangsa tidak boleh disekat oleh jenjang tertentu ataupun dibebankan kepada satu instansi saja. Menurutnya, seluruh elemen dari tingkat PAUD hingga pendidikan menengah harus bergerak bersama secara beriringan.

‎‎Merespons data tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyatakan komitmennya untuk melakukan intervensi langsung ke pemukiman warga. Ia menyoroti fenomena sosial di mana sejumlah anak tidak hanya putus sekolah, tetapi juga mengurung diri di dalam rumah.

‎‎"Saya akan lebih sering turun ke lapangan, khususnya di wilayah-wilayah tertentu. Faktanya, masih ada anak-anak yang belum sekolah, bahkan ada yang tidak mau keluar rumah. Ini harus menjadi perhatian dan kepedulian bersama," katanya.

‎‎Bupati menambahkan, kebijakan yang dirumuskan pemerintah daerah tidak akan berdampak masif tanpa adanya partisipasi aktif dari masyarakat sipil, akademisi, dan sektor swasta. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergotong royong menyelesaikan permasalahan tersebut.

‎‎“Mengatasi ATS tidak bisa sendirian. Kebijakan Pemda harus menjadi amanah yang mampu menumbuhkan keterlibatan elemen lainnya. Kita harus terus belajar dan berbenah agar hak setiap warga negara untuk mengenyam pendidikan layak dapat terpenuhi," ucapnya.

‎‎Melalui forum crowdsourcing ide ini, Pemkab Bojonegoro berharap munculnya terobosan-terobosan baru yang tidak sekadar menjadi wacana, melainkan mampu diimplementasikan ke dalam kebijakan fiskal daerah. "Harapannya, forum ini bisa memberikan solusi nyata terhadap perencanaan dan penganggaran Pemda, sekaligus merangsang iklim kompetisi dan inovasi demi kemajuan pendidikan Bojonegoro," kata Bupati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....