Harga Gabah Tembus Rp7.700, Petani Diharapkan Mampu Raup Margin Lebih Besar
- 30 Jun 2026 02:10 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan – Harga Gabah Kering Panen (GKP) di sejumlah wilayah di lumbung Padi Jawa Timur barat seperti Ngawi dan Magetan pada musim panen akhir Juni tercatat mencapai Rp7.700 per kilogram. Nilai tersebut berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
Temuan itu disampaikan Anggota DPR RI Dapil VII Jawa Timur, Riyono, usai meninjau langsung proses panen dan berdialog dengan petani serta pedagang gabah, Senin (29/6/2026).
Menurut Anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian itu menyebut, bahwa harga yang diterima petani saat ini sudah melampaui ketentuan pemerintah sehingga memberi dampak positif terhadap pendapatan petani.
"Dari hasil pengecekan di lapangan, gabah dibeli sekitar Rp7.700 per kilogram dengan kadar air di bawah 25 persen. Artinya harga yang diterima petani sudah berada di atas harga acuan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram," kata Riyono.
Ia menjelaskan, dengan asumsi produktivitas rata-rata tujuh ton per hektare, petani berpotensi memperoleh pendapatan kotor sekitar Rp53,9 juta setiap musim panen. Setelah dikurangi biaya produksi sekitar Rp30 juta per hektare, keuntungan bersih diperkirakan mencapai Rp23 juta dalam satu kali masa tanam.
"Kondisi ini tentu menjadi angin segar bagi petani. Harga gabah yang baik membuat hasil panen memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya," ujarnya.
Riyono menambahkan pengawasan di lapangan tetap diperlukan untuk memastikan harga gabah yang diterima petani tetap sesuai dengan kebijakan pemerintah dan tidak mengalami penurunan saat puncak panen berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....