Hutama Karya Garap Pemulihan Rumah Ibadah Pascabencana di Sumut

  • 30 Jun 2026 20:09 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – PT Hutama Karya (Persero) menandatangani kontrak penanganan keadaan darurat pascabencana prasarana peribadatan di Provinsi Sumatera Utara, pada Selasa, 30 Juni 2026. Penugasan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabanjir, tanah longsor, dan gempa bumi yang melanda sejumlah daerah di Sumut.

Penugasan diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui mekanisme Penunjukan Langsung dengan nilai proyek mencapai Rp247,255 miliar. Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksanaan Prasarana Strategis II, Eva Prasusani, bersama Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Utara, Kurniawan, serta Executive Vice President Infrastruktur II Hutama Karya, Andung Damar Sasongko.

Proyek tersebut mencakup pemulihan fasilitas rumah ibadah di delapan kabupaten, yakni Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Langkat, Mandailing Natal, Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah, serta tiga kota, yaitu Medan, Binjai, dan Padangsidimpuan. Pekerjaan dijadwalkan dimulai pada akhir Juni 2026 dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.

Lingkup pekerjaan meliputi pemulihan struktur bangunan, arsitektur, hingga sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Proyek ini diharapkan dapat mempercepat kembalinya fungsi rumah ibadah sebagai pusat aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Untuk mendukung percepatan pelaksanaan, Hutama Karya menggandeng kontraktor lokal PT Dungo Reksa melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO). Dalam kerja sama tersebut, Hutama Karya bertindak sebagai pemimpin konsorsium dengan porsi pekerjaan sebesar 70 persen, sementara PT Dungo Reksa mengerjakan 30 persen.

Pelaksana Tugas Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan penugasan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan daerah terdampak bencana di Sumatera Utara.

"Penugasan ini merupakan amanah bagi Hutama Karya untuk hadir di tengah masyarakat Sumatera Utara yang terdampak bencana. Kami berkomitmen melaksanakan pekerjaan dengan metode yang terukur dan tetap menjaga keselamatan kerja, agar prasarana peribadatan dapat segera kembali digunakan oleh masyarakat," ujarnya.

Melalui proyek ini, Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana sekaligus memberdayakan kontraktor lokal. Perusahaan juga memastikan pelaksanaan pekerjaan mengedepankan kualitas, ketepatan waktu, dan keselamatan kerja sebagai bagian dari dukungan terhadap program pembangunan pemerintah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....