Guru Besar UGM Dorong Kebijakan Laut Berbasis Data Ilmiah
- 30 Jun 2026 15:36 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan perlu didasarkan pada data ilmiah agar mampu menjaga kelestarian stok ikan sekaligus mempertahankan keseimbangan ekosistem laut. Hal tersebut disampaikan Dosen Ilmu Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Ir. Eko Setyabudi, saat dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Biologi Perikanan dan Kelautan di Balai Senat UGM, Kamis, 25 Juni 2026.
Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul Biologi Perikanan: Konsep dan Penerapan dalam Pengelolaan Sumber Daya Perikanan untuk Pembangunan Berkelanjutan, Eko menekankan pentingnya penerapan pendekatan ilmiah dalam pengelolaan perikanan modern agar eksploitasi sumber daya laut dapat dikendalikan dan keberlanjutan ekosistem tetap terjaga.
“Dalam biologi perikanan seharusnya menjadi salah satu komponen fundamental dalam pengambilan keputusan untuk pengelolaan sumber daya perikanan. Tanpa adanya data yang memadai, pengelolaan akan berisiko mengalami kesalahan, estimasi stok yang berujung pada eksploitasi berlebihan, pemanfaatan yang tidak optimal serta gangguan stabilitas ekosistem perairan,” katanya.
Menurut Eko, biologi perikanan menyediakan berbagai informasi penting yang menjadi dasar penyusunan kebijakan pengelolaan laut, mulai dari pertumbuhan ikan, musim pemijahan, tingkat fekunditas, pola migrasi, angka kematian, hingga kondisi stok ikan di alam.
Data tersebut, lanjutnya, seharusnya menjadi pijakan utama pemerintah dalam menentukan batas aman penangkapan ikan agar pemanfaatan sumber daya laut tidak melampaui kemampuan alam untuk melakukan regenerasi.
“Pengelolaan perikanan tidak lagi hanya berfokus pada jumlah hasil tangkapan, tetapi juga mempertimbangkan kapasitas regenerasi sumber daya ikan dan keseimbangan ekosistem perairan,” ujarnya.
Meski demikian, Eko mengakui pengumpulan dan penerapan data biologi perikanan masih menghadapi berbagai tantangan. Untuk mengatasinya, ia mendorong penguatan sistem pendataan secara berkelanjutan, pemanfaatan teknologi digital dalam penelitian lapangan, serta peningkatan peran perguruan tinggi sebagai penyedia data ilmiah yang nantinya diintegrasikan dalam portal data nasional.
“Setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah di sektor laut wajib bersandar pada bukti ilmiah terbaik yang tersedia,” katanya.
Selain mendukung pengelolaan sumber daya laut, Eko menilai biologi perikanan juga memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya melalui penyediaan sumber protein dan gizi bagi masyarakat.
Menurutnya, pertumbuhan jumlah penduduk dunia yang terus meningkat harus diimbangi dengan ketersediaan pangan bergizi, sehingga pemanfaatan sumber daya ikan perlu dikelola secara bijaksana agar tetap berkelanjutan.
“Salah satu sumber pangan yang dapat diandalkan sebagai sumber protein dan gizi masyarakat adalah sumber daya ikan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Guru Besar UGM, Prof. Wahyudi Kumorotomo, menyampaikan bahwa Prof. Eko Setyabudi kini menjadi salah satu dari 544 guru besar aktif di UGM. Di Fakultas Pertanian sendiri, Eko tercatat sebagai satu dari 30 guru besar aktif dari total 64 guru besar yang pernah dimiliki fakultas tersebut.
Pengukuhan ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi akademisi dalam menghadirkan rekomendasi ilmiah bagi pengelolaan sumber daya perikanan nasional, sehingga kebijakan yang diambil mampu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi dan kelestarian ekosistem laut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....