Gelar Aksi di UGM, Emak-Emak dan Mahasiswa Ajak Bunyikan Klakson
- 06 Jun 2026 08:17 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Puluhan emak-emak dan mahasiswa UGM menggelar aksi di Bundaran UGM, Jumat, 5 Juni 2026. Aksi ini merupakan wujud protes atas gagalnya sejumlah program pemerintah. Mulai dari program Makan bergizi gratis (MBG) yang disebut menjadi ladang korupsi, serta kegagalan pemerintah untuk menguatkan kembali nilai tukar rupiah.
Gelaran aksi ini turut dikemas dalam kegiatan diskusi bersama mahasiswa Hubungan Internasional (HI) UGM. Mereka memberikan paparan terhadap hasil riset mengenai ketidakadilan terhadap ojol perempuan yang tergabung dalam wadah komunikasi driver aktif Yogyakarta (Wakanda). Selain itu, ada pula media permainan, pojok baca, hingga kotak sambat yang bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan keluh kesahnya sebagai warga negara Indonesia (WNI). Koordinator Aksi, Marsinah menyebut pihaknya juga turut mengajak para pengendara jalan untuk membunyikan klakson. Ini menjadi cara untuk mengungkapkan keresahan sebagai WNI.
"Bagi mereka yang merasa lelah, capek, hopeless, tidak ada harapan sebagai WNI karena hampir setiap hari kita dibombardir dengan statement-statement yang itu tidak bikin kita menjadi WNI, tetapi justru negara ternyata tidak memikirkan kita hari ini," jelas Marsinah saat ditemui di Bundaran UGM, Jumat, 5 Juni 2026.
Salah satu isu yang turut disoroti adalah program makan bergizi gratis (MBG). Menurut Marsinah, MBG bisa menyebabkan kekacauan ekonomi jika terus digulirkan. Sebab, saat efisiensi anggaran dilakukan demi keberlangsungan program MBG, pemerintah justru gencar melakukan lawatan ke luar negeri yang dinilai menelan anggaran yang besar. Ditambah lagi, baru-baru ini tiga pimpinan badan gizi nasional (BGN) berhasil ditetapkan sebagai tersangka korupsi mark up anggaran MBG.
"Kalau memang MBG akan diteruskan, tapi please tempatkan itu sebagai satu instrumen yang memperkuat ekonomi rakyat, bukan memperkuat ekonomi orang-orang yang punya uang, yang mereka mampu mengakses SPPG atau punya dapur dan sebagainya. Kemudian juga diarahkan kepada penerima yang tepat terutama adalah anak-anak miskin di daerah-daerah yang tidak memungkinkan untuk mengakses makanan bergizi," katanya.
Di sisi lain, Marsinah juga turut menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah dan naiknya sejumlah harga kebutuhan pokok. Termasuk kenaikan harga plastik dan produk oli yang naik bahkan hingga dua kali lipat. Kondisi ini turut menyulitkan para ibu rumah tangga dan pelaku UMKM. Untuk itu, dia turut mendorong pemerintah untuk melakukan upaya stabilitas ekonomi. Dengan demikian masyarakat tak lagi merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kami para perantauan yang tergabung di Suara Ibu Indonesia yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya untuk kemudian pemerintah melakukan stabilisasi ekonomi sehingga ekonomi ini benar-benar tidak membawa kehidupan masyarakat bawah di grass root itu semakin menghadapi situasi yang sangat sulit. Karena kita tahu hari ini semuanya sudah naik," ucapnya.
Sementara Anggota Wakanda, Rie menyebut pihaknya turut menuntut adanya regulasi yang layak bagi para pengendara ojol. Dia mengeluhkan tarif ojol yang tidak pernah naik di tengah kenaikan semua bahan pokok. Rie juga mengatakan pendapatannya terkadang tak cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari.
"Harapannya segera ada undang-undang transportasi online yang mengatur seluruh layanan yang ada di semua platform," kata Rie.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....