Islam Bukan Sekadar Identitas di KTP

  • 30 Jun 2026 09:50 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Islam tidak boleh berhenti sebagai identitas yang tertulis di kartu tanda penduduk, melainkan harus diwujudkan dalam sikap, akhlak, dan amal saleh dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan Ustadzah Nurul Rahmawati, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Karangpilang, Kementerian Agama Kota Surabaya, dalam program Cahaya Pagi RRI Surabaya, Selasa 30 Juni 2026.

Menurut Nurul Rahmawati, banyak masyarakat yang dengan mudah mencantumkan agama Islam saat mengisi dokumen administrasi, namun belum tentu telah mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kesehariannya. Ia menegaskan bahwa Islam merupakan pedoman hidup yang mencakup seluruh aspek perilaku manusia.

"Islam bukan sekadar label, kosmetik, atau merek. Islam adalah way of life, jalan hidup, sistem nilai, dan panduan total dalam berperilaku," ujar Nurul Rahmawati.

Ia menjelaskan, Al-Qur'an melalui Surah Al-Ankabut ayat 2 mengingatkan bahwa keimanan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan melalui ujian kehidupan. Karena itu, seorang muslim dituntut menunjukkan ketundukan kepada Allah melalui ibadah, kejujuran, kepedulian sosial, serta akhlak yang baik.

Nurul Rahmawati juga mengutip hadis riwayat Imam Muslim yang menjelaskan bahwa Allah tidak menilai rupa maupun harta seseorang, melainkan hati dan amal perbuatannya. Menurutnya, simbol-simbol keagamaan tidak akan bermakna apabila tidak diiringi perilaku yang mencerminkan ajaran Islam.

"Allah tidak melihat wajah dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal perbuatan kalian. Karena itu, jangan sampai Islam hanya tampak pada pakaian, sementara lisan, tangan, dan perilaku justru menyakiti orang lain," katanya.

Dalam sesi dialog interaktif, ia menyoroti pentingnya menjaga tutur kata dan etika bermedia sosial. Ia mengingatkan masyarakat agar menggunakan "jempol" untuk menyampaikan pesan yang menyejukkan, bukan menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, maupun komentar yang melukai perasaan orang lain.

Ia juga menjelaskan bahwa penerapan Islam secara kaffah harus disesuaikan dengan peran masing-masing individu dalam masyarakat. ASN, misalnya, harus menjauhi korupsi dan suap, netizen tidak ikut menyebarkan informasi bohong, sedangkan orang tua wajib memberikan teladan akhlak yang baik kepada anak-anak melalui contoh nyata, bukan sekadar nasihat.

Menutup siaran, Nurul Rahmawati mengajak masyarakat memperbarui kualitas keislaman dengan menjadikan Islam sebagai pedoman hidup yang tercermin dalam setiap ucapan, pikiran, dan tindakan. "Jangan hanya berhenti menjadi muslim di KTP, tetapi biarkan Islam hidup dalam hati, pikiran, dan setiap langkah kita agar menjadi muslim yang kaffah serta membawa rahmat bagi semesta alam," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....