Insan Pengayoman DIY Harus Implementasikan 'Ayah Wajib Hadir' dalam Harganas
- 30 Jun 2026 01:16 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 diperingati secara luas, termasuk oleh jajaran Kanwil Kemenkum DIY, Senin, 29 Juni pagi. Kepala Kanwil Kemenkum DIY Agung Rektono Seto yang bertindak selaku inspektur upacara membacakan amanat tertulis dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, yang menegaskan krusialnya penguatan ketahanan domestik di tengah era disrupsi global.
Pada upacara Hari Keluarga Nasional (Harganas), Agung menyebut, momentum ini menjadi ajang refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk memeriksa pilar-pilar penyangga domestik, serta memastikan apakah keluarga telah menjadi tempat bernaung yang aman dan tangguh.
"Jika institusi keluarga kita rapuh dan ketahanan domestik kita keropos, maka arus zaman yang serba tidak menentu ini akan dengan sangat mudah menggilas masa depan anak-anak kita, memecah belah keharmonisan suami istri, dan menghancurkan tatanan moral generasi penerus," ujar Agung.
Agung memaparkan tantangan berat yang dihadapi institusi keluarga di era Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity (VUCA). Kompleksitas ekonomi makro, disrupsi teknologi digital, pergeseran nilai sosial, hingga ancaman siber kini mampu menembus ruang-ruang privat keluarga melalui gawai yang berada di genggaman anak-anak.
"Ketangguhan keluarga bukanlah pilihan alternatif yang bisa ditunda, melainkan keharusan mutlak dan urgensi nasional yang tidak boleh ditawar lagi," kata dia.
Amanat yang dibacakan Agung juga menyinggung tentang Bonus Demografi yang dinilai sebagai pisau bermata dua yang bisa menjadi berkah atau bencana demografi jika tidak dikelola. Untuk mengelola bonus demografi, disebutkan ada tiga pilar utama pembangunan keluarga yang wajib menjadi perhatian.
"Bagaimana kita bisa memperbaiki kualitas SDM demi mengapitalisasi bonus demografi tersebut? Kuncinya ada pada tiga pilar utama pembangunan keluarga: kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental," ujar Agung, di hadapan jajaran insan pengayoman DIY.
Hari Keluarga Nasional ke-33 ini mengusung tema Ayah Wajib Hadir, yang menekankan pentingnya kehadiran Ayah dalam keluarga untuk mencegah adanya generasi fatherless. Dalam kesempatan itu, disebutkan bahwa upaya perbaikan kualitas SDM dan penguatan karakter mustahil terwujud jika beban pengasuhan hanya diletakkan di atas pundak para ibu sendirian.
"Kita tidak boleh membiarkan anak-anak kita tumbuh dalam fenomena yang disebut fatherless country. Saya mengimbau kepada seluruh orang tua di Indonesia: Benteng pertahanan terbaik adalah ketahanan keluarga. Jadikan rumah kita sebagai tempat yang paling aman, paling nyaman, dan paling dirindukan oleh anak-anak kita," ucap Agung.
Upacara Hari Keluarga Nasional ke-33 di Kanwil Kemenkum DIY turut dihadiri oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum Evy Setyowati Handayani, Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Febri Nurdian Satriatama, para pejabat manajerial dan non-manajerial, serta seluruh pegawai di Kanwil Kemenkum DIY.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....