Manajemen Terumbu Karang Buatan untuk Pemulihan Ekosistem Laut
- 30 Jun 2026 07:31 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Kerusakan ekosistem bawah laut akibat penggunaan alat tangkap ikan yang destruktif membutuhkan solusi pemulihan yang cepat dan terukur. Salah satu metode yang paling efektif untuk mengembalikan populasi ikan adalah dengan merancang struktur terumbu karang buatan.
Menurut penelitian dari Wijaya (2023) dalam Jurnal Kelautan dan Konservasi Perairan berjudul "Efektivitas Media Beton Porus Sebagai Substrat Karang", struktur media dipantau. Riset tersebut menjelaskan bahwa penambahan rongga pada beton sangat efektif mempercepat penempelan larva planula karang secara alami.
Para penyelam harian menempatkan struktur beton tersebut pada area dasar laut yang memiliki arus air sedang dan bersih dari polusi lumpur. Data mengenai laju pertumbuhan tinggi koloni karang kemudian dicatat secara berkala setiap tiga bulan sekali.
Kehadiran terumbu buatan ini segera menjadi rumah baru bagi berbagai jenis ikan hias dan biota laut kecil lainnya. Ekosistem yang mulai pulih ini juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat pesisir sebagai lokasi wisata selam yang ramah lingkungan.
Namun, tantangan besar muncul ketika suhu air laut meningkat secara drastis akibat fenomena alam yang memicu pemutihan karang. Pengawasan intensif harus terus dilakukan guna memastikan struktur buatan tidak tertutup oleh ledakan populasi alga liar yang merugikan.
Berdasarkan analisis dari Utama (2025) dalam Jurnal Biologi Laut dan Tata Lingkungan berjudul "Dampak Perubahan Suhu Terhadap Survival Rate Transplantasi Karang", performa alam dikaji. Data riset menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup bibit karang pada media buatan mencapai angka keberhasilan 80 persen.
Melestarikan kembali keindahan bawah laut nusantara bukan hanya tugas para peneliti melainkan tanggung jawab kita semua yang menikmati hasil laut. Mari kita jaga kebersihan laut dengan tidak membuang sampah plastik yang dapat menutupi permukaan karang!
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....