Dinas Pertanian Kaur Tegaskan Distributor Jangan Mainkan Pupuk

  • 10 Jul 2026 06:22 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Dinas Pertanian Kabupaten Kaur secara tegas memperingatkan seluruh distributor di 15 kecamatan agar tidak mempermainkan proses penyaluran pupuk subsidi ke masyarakat. Pihak otoritas pertanian daerah mewajibkan seluruh agen penyalur untuk menjual komoditas tersebut sesuai regulasi resmi.

Langkah pengawasan ketat ini diambil menyusul telah dipastikannya jaminan ketersediaan kuota pupuk subsidi bagi para petani di lapangan. Manajemen instansi memastikan bahwa pasokan sarana produksi pertanian untuk musim tanam tahun ini dinilai berada dalam kondisi yang sangat aman.

Seluruh agen penyalur di tingkat bawah diwajibkan untuk melepaskan komoditas tersebut kepada masyarakat dengan mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) dari pemerintah. Aturan main ini wajib dipatuhi demi menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli para pengelola lahan di daerah.

"Kami meminta komitmen penuh dari seluruh distributor agar tidak melakukan penyelewengan harga yang dapat memberatkan beban operasional para petani. Jika di lapangan ditemukan ada oknum agen yang nakal, warga kami minta untuk segera melapor," ujar Kepala Dinas Pertanian Kaur, Dodi Haryono.

Dodi menjelaskan bahwa keterbukaan informasi dan pengawasan partisipatif dari pihak kelompok tani sangat dibutuhkan untuk mencegah aksi spekulasi sepihak. Pihaknya tidak akan segan untuk mengambil tindakan hukum yang tegas bagi oknum penyalur yang kedapatan memotong alokasi jatah warga.

Secara rinci, total alokasi pupuk bersubsidi yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan sektor pertanian selama satu tahun penuh mencakup tiga jenis utama. Kuota untuk jenis pupuk urea tercatat mencapai 9.092 ton, sedangkan untuk jenis pupuk NPK dialokasikan dalam jumlah jauh lebih besar yakni sebanyak 15.744 ton.

Pasokan komoditas pertanian tersebut kemudian dilengkapi dengan ketersediaan kuota untuk jenis pupuk organik secara khusus sebesar 3.802 ton. Melalui pengawasan yang ketat sejak awal, penyaluran bantuan untuk tanaman padi dan palawija ini diharapkan dapat tepat sasaran serta berjalan transparan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....