Menanti RPTRA di Rawa Badak Selatan: Harapan Warga Ubah Genangan Jadi Ruang Publik

  • 29 Jun 2026 20:00 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA – Kawasan yang dulu dikenal sebagai Kampung Tanah Merah dan kini berganti nama menjadi Kampung Tanah Harapan, Jakarta Utara, telah mengalami perubahan infrastruktur yang masif. Namun, di balik mulusnya jalanan dan saluran air, tersisa satu persoalan yang kian meresahkan warga: kondisi Lapangan Cobra yang kini lebih menyerupai danau atau kolam pembuangan air.

Ketua RW 09 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Abdul Syakur, mengungkapkan bahwa lapangan yang dulunya menjadi tempat bermain bola bagi anak-anak tersebut kini tidak lagi bisa difungsikan. Hal ini terjadi akibat dampak dari peninggian jalan di sekitarnya yang membuat posisi lapangan menjadi jauh lebih rendah.

"Secara historis, lapangan ini memang tempat bermain bola anak-anak. Sejak tahun 2019, di masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, sudah ada payung hukum CAP (Community Action Plan) dan CIP (Collaborative Implementation Program) untuk membangun infrastruktur di sini," ujar Abdul Syakur saat ditemui RRI Jakarta di lokasi. Senin 29 Juni 2026.

90 Persen Infrastruktur Rampung, Lapangan "Ketinggalan"

Syakur menjelaskan bahwa pembangunan kebutuhan dasar di wilayahnya, mulai dari saluran air hingga pengaspalan jalan, sebenarnya sudah mencapai 90 persen. Namun, revitalisasi Lapangan Cobra seolah terlupakan dan tidak tuntas.

"Saking masifnya pembangunan infrastruktur jalan dan saluran, lapangannya jadi ketinggalan. Secara kondisi eksisting, jalan sudah lebih tinggi. Akhirnya, lapangan terendam seperti danau, bukan karena sengaja dibuat danau, tapi karena posisinya paling rendah," tambahnya.

Sudah Ada Rencana Desain Sejak 2019

Warga merasa kecewa karena sebenarnya rencana pembangunan lapangan tersebut sudah sangat matang. Pada tahun 2019, sudah ada pihak vendor yang menerbitkan gambar desain resmi untuk kawasan tersebut. Namun, proses pengerjaan terhenti seiring dengan berakhirnya masa jabatan gubernur sebelumnya.

"Harapan kami sebagai warga DKI Jakarta, khususnya warga RW 09, agar pemerintah saat ini bisa memanfaatkan kembali ruang kosong ini. Kami butuh fasilitas umum yang bermanfaat untuk masyarakat banyak," kata Syakur.

Mendesak Ruang Publik yang Ramah Anak dan Perempuan

Warga berharap Pemprov DKI Jakarta segera merealisasikan pembangunan di lahan tersebut dengan konsep Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) atau taman kota yang juga ramah bagi perempuan.

"Kami ingin ada taman kota, ruang ramah anak, dan ruang ramah perempuan. Intinya, pemanfaatannya bisa lebih dirasakan oleh masyarakat Kampung Tanah Harapan, daripada sekadar menjadi genangan air yang terbengkalai," pungkasnya.

Hingga saat ini, warga masih menanti langkah konkret dari dinas terkait untuk menyulap "kolam" tersebut kembali menjadi pusat interaksi dan olahraga bagi masyarakat Jakarta Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....