Kick Off Skrining TB Nasional Dimulai dari Nusakambangan Cilacap
- 29 Jun 2026 17:33 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap : Kementerian Kesehatan dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) resmi memulai pelaksanaan Kick Off Skrining Tuberkulosis (TB) melalui pemeriksaan rontgen dada dan cek kesehatan gratis bagi warga binaan, tahanan, anak binaan, serta petugas pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Program nasional tersebut diluncurkan di Lapas Kelas IIA Ngaseman, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Senin (29/6/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) bersama pemerintah daerah, dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, hingga berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia.
Peluncuran program dihadiri Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan skrining TB dan pemeriksaan kesehatan gratis merupakan implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia yang menjamin pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali, termasuk warga binaan pemasyarakatan.
"Hari ini saya bersama Bapak Menteri Kesehatan melaksanakan kegiatan kick-off pemeriksaan TBC dan cek kesehatan gratis kepada warga binaan pemasyarakatan. Yang ini adalah merupakan program prioritas Bapak Presiden yang kami laksanakan sama-sama kebetulan kita mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan," ujar Agus.
Dalam sambutannya ia menjelaskan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan saat ini terus meningkatkan kapasitas layanan kesehatan sekaligus kompetensi tenaga medis di lingkungan pemasyarakatan agar mampu mendukung program pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan yang lebih baik.
Menurut Agus, program tersebut tidak hanya meliputi skrining tuberkulosis dan pemeriksaan kesehatan gratis, tetapi juga pemeriksaan HIV secara komprehensif. Sasaran program mencapai sekitar 272.573 warga binaan pemasyarakatan dan 48.876 petugas pemasyarakatan di seluruh Indonesia.
Khusus di Pulau Nusakambangan sebagai lokasi peluncuran, program ini menyasar sedikitnya 4.842 warga binaan dan 926 pegawai. Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026.
"Melalui langkah nyata ini kita membuktikan bahwa negara hadir untuk memastikan pelayanan dasar khususnya hak untuk memperoleh kesehatan terpenuhi secara merata tanpa terkecuali termasuk kepada saudara-saudara kita yang saat ini sedang menjalani masa pembinaan," katanya dalam sambutan.
Agus menambahkan, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat transformasi sistem kesehatan nasional sekaligus mendukung target eliminasi tuberkulosis pada tahun 2030.
"Kegiatan yang kita laksanakan pada hari ini merupakan implementasi Program Hasil Terbaik Cepat atau PHTC Bapak Presiden Republik Indonesia di mana program ini menjangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali termasuk warga binaan pemasyarakatan," katanya.
Ia menjelaskan seluruh tahapan persiapan telah dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemetaan sasaran, verifikasi data, penyusunan strategi pelaksanaan hingga penyiapan sumber daya di lapangan.
Melalui program tersebut, sebanyak 272 ribu warga binaan dan petugas di 532 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang tersebar di 34 provinsi akan menjalani skrining TB menggunakan rontgen dada sekaligus cek kesehatan gratis secara bertahap hingga akhir tahun 2026.
Sementara itu, khusus di Nusakambangan, pemeriksaan dilaksanakan selama empat hari dengan target 5.768 peserta yang terdiri atas warga binaan dan seluruh petugas pemasyarakatan.
"Secara khusus di Pulau Nusakambangan yang menjadi lokasi kick-off program ini akan menyentuh manfaat sekurang-kurangnya 4.842 warga binaan pemasyarakatan dan 926 pegawai," ujarnya.
Data Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menunjukkan prevalensi tuberkulosis di lapas dan rutan pada tahun 2025 mencapai 3,64 persen, atau 7.972 kasus aktif dari 218.962 warga binaan.
Sementara hingga Maret 2026, angka tersebut menurun menjadi 0,54 persen, dengan 1.464 kasus dari total 271.994 warga binaan.
"Tren ini memang menurun tapi ini masih data triwulan satu, mudah-mudahan terus menurun apalagi dengan penanganan yang kita lakukan sekarang ini," katanya.
Sementara itu. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Presiden memberikan perhatian besar terhadap dua program prioritas nasional, yakni eliminasi tuberkulosis dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk warga binaan.
"Terima kasih Pak Menteri, ini sahabat lama saya sejak dulu. Pak Presiden meminta saya untuk dua program win-win ya, satu adalah eliminasi TB, satu lagi program cek kesehatan gratis. Dan beliau pesannya: 'Pak Menkes, ini harus dilakukan di seluruh masyarakat Indonesia, 280 juta siapa pun dia, termasuk warga binaan," katanya.
Budi mengapresiasi komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mendukung penuh pelaksanaan program tersebut di seluruh lapas dan rumah tahanan.
"Saya terharu dan terima kasih sekali sama Pak Menteri ini karena beliau tuh care sekali ya sama warga binaan ini. Mereka kan sama juga warga negara Indonesia yang harus diberikan hak untuk hidup sehat yang sama," ujarnya.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini tuberkulosis maupun penyakit lainnya sehingga warga binaan tetap sehat selama menjalani masa pembinaan hingga kembali ke masyarakat.
"Program cek kesehatan gratis dilakukan hari ini sebagai kick-off dan juga TBC untuk 274.000 warga binaan di seluruh Indonesia, 532 Lapas di seluruh Indonesia. Jadi terima kasih sekali teman-teman warga binaannya bisa hidup sehat, dan kalau mereka nanti selesai masa hukumannya, kembali ke kehidupan normal, usianya tetap bisa sama dengan warga yang normal. Rata-rata Indonesia 74 tahun. Jadi live long, stay healthy," ujar Budi.
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Kesehatan juga menyerahkan bantuan peralatan medis untuk mendukung pelayanan kesehatan di lapas, antara lain alat monitor pasien, mesin rekam jantung (EKG), infus pompa elektronik, serta berbagai perlengkapan medis lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....