DLH Bangka Terapkan Konsep 3R lewat Pembelian Sampah Masyarakat

  • 29 Jun 2026 10:49 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menerapkan konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) sebagai upaya mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Penerapan 3R dilakukan dengan program pembelian sampah dari masyarakat.

Kepala DLH Bangka, Boy Yandra, mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan menekan jumlah sampah yang dibuang ke TPA, tetapi juga mendorong masyarakat memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.

"Kami membeli sampah berdasarkan jenisnya, seperti plastik, kaleng, kertas, dan sampah lain yang memiliki nilai jual," kata Boy Yandra, Senin, 29 Juni 2026.

Dijelaskan Boy, harga pembelian sampah disesuaikan dengan jenis dan kualitasnya, baik sampah plastik, maupun jenis kaleng, berkisar antara Rp5 ratus hingga Rp12 ribu per kilogram.

Masyarakat dapat langsung menjual sampah yang telah dipilah ke kantor DLH Kabupaten Bangka. Selain itu, layanan pembelian juga tersedia saat kegiatan Car Free Day (CFD) di kawasan Hutan Kota Sungailiat setiap hari Sabtu. Warga dapat menyalurkan sampah melalui bank sampah yang dikelola masyarakat.

Untuk memperluas jangkauan pengumpulan sampah, DLH Kabupaten Bangka menggandeng Gabungan Organisasi Wanita (GOW) yang dipimpin Ketua GOW Kabupaten Bangka, Diny Harlina Insani.

Menurut Boy Yandra, kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis 3R, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.

"Penanganan sampah menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Melalui pendekatan mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang, kami ingin membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.

Warga menilai program ini tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Salah seorang warga Eva mengatakan, adanya pembelian sampah membuat masyarakat lebih termotivasi untuk memilah sampah dari rumah. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini dapat ditukarkan menjadi uang, sehingga kebiasaan membuang sampah sembarangan perlahan mulai berkurang.

“Itu sih harapan kita, karena kita maklumi saja, masyarakat kita ini seperti apa, harapan kita uang penjualan sampah bisa dibayar cash langsung, atau ada pilihan untuk warga biar lebih semangat,” ucap Eva.

Selain itu, masyarakat berharap program ini dapat terus diperluas hingga menjangkau seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Bangka. Dengan adanya sosialisasi yang berkelanjutan dan fasilitas pendukung yang memadai, masyarakat yakin budaya pengelolaan sampah berbasis 3R dapat menjadi kebiasaan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....