La Ode Darwin Target Pecahkan Rekor Muri Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna
- 29 Jun 2026 10:08 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) menargetkan pemecahan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui penyajian seribu dulang dalam rangkaian Silaturahmi Akbar dan Festival Budaya Masyarakat Muna Sultra yang akan digelar pada 19 Juli 2026 di kawasan Eks MTQ Kota Kendari.
Ketua Umum KKMM Sultra, La Ode Darwin, mengatakan salah satu agenda utama kegiatan tersebut adalah pelaksanaan tradisi Haroa, ritual adat masyarakat Muna yang sarat makna kebersamaan dan ungkapan rasa syukur.
"Kami menargetkan penyajian sebanyak 1.065 hingga 1.200 dulang yang merupakan bantuan dan sumbangan dari masyarakat Muna. Tradisi Haroa ini akan menjadi bagian dari upaya pemecahan Rekor MURI," ujar Darwin yang juga menjabat sebagai Bupati Muna Barat.
Ia menjelaskan, seluruh persiapan terus dimatangkan, termasuk koordinasi dengan pihak Museum Rekor Indonesia terkait persyaratan jumlah dulang yang harus dipenuhi.
"Insyaallah tim MURI akan hadir langsung untuk melakukan verifikasi sekaligus menyerahkan piagam penghargaan apabila seluruh persyaratan terpenuhi," kata Darwin didampingi Ketua Panitia Dr. LM Bariun dan Sekretaris Prof. Akhmad Marhadi.
Selain tradisi Haroa, festival tersebut akan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Muna, di antaranya tari Modero, Ewa Wuna, atraksi perkelahian kuda, serta beragam pertunjukan budaya lainnya yang menjadi identitas masyarakat Muna.
Darwin menegaskan, Silaturahmi Akbar dan Festival Budaya Masyarakat Muna Sultra merupakan ajang mempererat persaudaraan dan melestarikan budaya, bukan kegiatan politik.
"Kegiatan ini tidak boleh dimaknai sebagai agenda politik meskipun akan dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara serta para bupati dan kepala daerah lainnya. Politik masih jauh. Kehadiran para kepala daerah adalah bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Muna. Jangan sampai Silaturahmi Akbar ini dipersepsikan sebagai kegiatan politik. Ini murni kegiatan budaya dan silaturahmi," tegasnya.
Menurut Darwin, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat kebersamaan masyarakat Muna yang dinilai mulai berkurang akibat minimnya ruang untuk berkumpul dan mempererat hubungan kekeluargaan.
"Silaturahmi Akbar ini menjadi tekad kita bersama untuk menyatukan kembali Kaum Wuna. Kita ingin membangun semangat gotong royong, memperkuat persaudaraan, serta mengembalikan kebanggaan terhadap identitas budaya Muna," ungkapnya.
Festival budaya tersebut diperkirakan akan dihadiri sekitar 20 ribu masyarakat Muna yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara maupun dari berbagai daerah di Indonesia. Tingginya antusiasme masyarakat dinilai menjadi bukti kuatnya semangat persaudaraan serta kecintaan terhadap budaya Muna.
Panitia juga mengundang unsur pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat se-Sulawesi Tenggara, serta berbagai organisasi kemasyarakatan untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi dalam menjaga dan melestarikan budaya Muna.
Selain menyelenggarakan kegiatan budaya, KKMM Sultra juga berkomitmen menghadirkan berbagai program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Ke depan, KKMM akan menghadirkan berbagai fasilitas sosial seperti layanan ambulans, perlengkapan kegiatan kemasyarakatan, hingga program-program yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat," ujar Darwin.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Muna, baik yang berada di Sulawesi Tenggara maupun di berbagai daerah di Indonesia, untuk hadir dan menjadi bagian dari sejarah penyelenggaraan Silaturahmi Akbar dan Festival Budaya Masyarakat Muna Sultra.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....