Keluarga Terencana Wujudkan Rumah Tangga Sakinah

  • 29 Jun 2026 09:22 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Program Cahaya Pagi Pro 4 RRI Surabaya pada Senin, 29 Juni 2026 mengangkat tema Keluarga yang Terencana sebagai upaya mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. Narasumber, Sri Safaati, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Karangpilang Kementerian Agama Kota Surabaya, menekankan bahwa keluarga yang kuat dibangun melalui perencanaan yang matang.

Sri Safaati menjelaskan bahwa keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran besar dalam membentuk generasi masa depan. Menurutnya, perencanaan keluarga tidak hanya dilakukan setelah menikah, tetapi juga dimulai sejak persiapan menuju pernikahan.

"Keluarga yang terencana adalah keluarga yang dibangun melalui persiapan yang baik sebelum maupun sesudah menikah, meliputi kesiapan agama, mental, fisik, ekonomi, kesehatan, hingga pendidikan anak," ujar Sri Safaati.

Ia menambahkan, Islam mengajarkan pentingnya merencanakan masa depan, termasuk kehidupan rumah tangga. Hal itu, menurutnya, selaras dengan pesan dalam Al-Qur'an agar setiap manusia mempersiapkan bekal terbaik untuk hari esok.

Dalam pemaparannya, Sri Safaati menyebutkan sejumlah pilar penting keluarga yang terencana, yaitu memperkuat iman dan takwa, mengelola ekonomi keluarga secara bijak, merencanakan pendidikan anak, menjaga kesehatan, serta membangun komunikasi yang sehat. Ia menilai rumah tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi madrasah pertama bagi anak.

"Keluarga hendaknya membiasakan salat berjamaah, membaca Al-Qur'an, berdoa bersama, serta saling mengingatkan dalam kebaikan. Rumah yang dibangun di atas keimanan akan lebih kuat menghadapi berbagai ujian," katanya.

Menanggapi pertanyaan pendengar mengenai pengaturan jarak kelahiran, Sri Safaati menegaskan bahwa Islam tidak melarang perencanaan kehamilan selama bertujuan menjaga kesehatan ibu dan anak. Ia menilai pengaturan jarak kelahiran bukan untuk membatasi rezeki, melainkan agar orang tua mampu memberikan perhatian, pendidikan, dan pengasuhan yang optimal kepada setiap anak.

Sri Safaati juga menyoroti berbagai tantangan keluarga masa kini, mulai dari pengaruh media sosial, penyalahgunaan narkoba, judi daring, hingga pinjaman daring. Menurutnya, keluarga harus menjadi benteng utama melalui komunikasi yang terbuka, musyawarah, pemahaman hak dan kewajiban, serta penguatan nilai-nilai ibadah di dalam rumah.

Sebagai penutup, Sri Safaati mengajak para orang tua untuk terus belajar menjadi pasangan dan orang tua yang lebih baik serta tidak berhenti memohon pertolongan Allah dalam membangun rumah tangga. "Orang tua memiliki peran besar membangun keluarga yang terencana dengan menjadi teladan, menjaga komunikasi, membiasakan musyawarah, dan menanamkan nilai agama sejak dini kepada anak-anak," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....