Ali Yafid Resmikan Operasional Sekolah Minggu Buddha Bone

  • 29 Jun 2026 10:00 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menghadiri Gema Raya Sannipata Trisuci Waisak Puja 2570 BE/2026 se-Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang dirangkai dengan peresmian dan penandatanganan prasasti Aula Graha Saloka Sabha di Vihara Dharma Palakka, Watampone, Kabupaten Bone, Minggu 28 Juni 2026. Perayaan Waisak yang dihadiri ratusan umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia ini berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut para Bhikkhu Sangha Theravada Indonesia, Bhikkhu tradisi Mahayana, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, Wakil Bupati Bone H. Andi Akmal Pasluddin, unsur Forkopimda, Pembimbing Masyarakat Buddha Kanwil Kemenag Sulsel, Kepala Kankemenag Kabupaten Bone, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan yayasan dan vihara, serta tamu undangan dari Aceh, Jakarta, Surabaya, Bali, Gorontalo, Palembang, Mamuju, Parepare, Makassar, Tolitoli, Talu, dan berbagai daerah lainnya. Ketua panitia Eveline Caroline Sanger dalam laporannya menyampaikan bahwa perayaan Trisuci Waisak tahun ini tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga ajang mempererat persaudaraan, memperkokoh kerukunan, serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.

Ia menjelaskan, Aula Graha Saloka Sabha yang diresmikan dibangun secara swadaya melalui semangat gotong royong umat dan diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan bagi umat Buddha di Kabupaten Bone. Dalam Dhammadesana, Bhikkhu Dhammasubho Mahathera mengapresiasi kehadiran Pemerintah Kabupaten Bone beserta jajaran Forkopimda yang dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kehidupan beragama dan kerukunan umat di daerah.

Ia menegaskan bahwa inti perayaan Waisak adalah menyegarkan kembali nilai-nilai cinta kasih, kedamaian, rasa hormat terhadap kehidupan, dan kebijaksanaan. Menurutnya, Sulawesi Selatan memiliki jejak sejarah panjang perkembangan ajaran Buddha yang tercermin dalam berbagai temuan sejarah dan nilai-nilai budaya lokal yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap sesama makhluk hidup.

Pada kesempatan tersebut juga diperdengarkan pesan Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, melalui tayangan video. Menteri Agama mengajak umat Buddha menjadikan Waisak sebagai momentum memperkuat praktik cinta kasih, kebijaksanaan, dan pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari. “Nilai-nilai luhur Waisak hendaknya tidak berhenti sebagai ritual tahunan, tetapi menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat sehingga perdamaian dan kerukunan bangsa tetap terjaga,” pesan Menteri Agama.

Menteri Agama juga menyampaikan penghargaan kepada umat Buddha atas kontribusinya dalam merawat kerukunan antarumat beragama serta mengucapkan selamat atas diresmikannya Aula Graha Saloka Sabha sebagai sarana pembinaan umat.

Sementara itu, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman dalam Segalanya menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone untuk terus menjaga persatuan dan memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh warga tanpa membedakan latar belakang agama. Menurutnya, semangat toleransi merupakan modal utama dalam membangun Kabupaten Bone yang damai dan maju.

“Kita tidak mengedepankan mayoritas atau minoritas. Semua masyarakat Bone memiliki hak yang sama untuk hidup, beribadah, dan berkontribusi dalam pembangunan daerah,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan H. Ali Yafid menyerahkan Surat Keputusan (SK) Izin Operasional Sekolah Minggu Buddha (SMB) Vihara Dharma Palakka Bone kepada Ketua Dayaka Sabha sebagai bentuk komitmen Kementerian Agama dalam meningkatkan layanan pendidikan keagamaan Buddha.

Ali Yafid mengatakan bahwa izin operasional tersebut merupakan bagian dari upaya negara menghadirkan layanan keagamaan yang setara bagi seluruh umat beragama.

“Kementerian Agama hadir untuk memastikan seluruh umat beragama memperoleh layanan yang adil dan berkualitas. Penyerahan izin operasional Sekolah Minggu Buddha ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memperkuat pembinaan pendidikan keagamaan Buddha sekaligus menjaga keharmonisan dan kerukunan yang menjadi kekuatan Sulawesi Selatan,” ujar Ali Yafid.

Ia juga mengapresiasi semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat yang telah menyukseskan perayaan Waisak. “Perayaan Waisak ini menunjukkan bahwa toleransi di Sulawesi Selatan bukan sekedar slogan, tetapi telah menjadi budaya yang hidup di tengah masyarakat. Semoga Aula Graha Saloka Sabha menjadi pusat pembinaan umat, penguatan moderasi umat, dan ruang kolaborasi dalam membangun kehidupan yang damai dan saling menghormati,” tambahnya.

Acara ditutup dengan penampilan seni budaya dari berbagai vihara di Sulawesi Selatan, menegaskan semangat keberagaman dan persaudaraan yang menjadi pesan utama Gema Raya Sannipata Trisuci Waisak Puja 2570 BE/2026. Perayaan ini menjadi bukti nyata bahwa kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Selatan terus terpelihara melalui sinergi pemerintah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....