Tekan Pembuangan Sampah Liar, Hasto Wardoyo Siapkan 3 Perahu Patroli Sungai

  • 28 Jun 2026 13:04 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus mencari cara efektif untuk menekan angka pembuangan sampah liar ke aliran sungai. Terbaru, Pemkot Yogyakarta berencana melakukan pengadaan perahu khusus yang akan dikerahkan untuk memaksimalkan patroli kebersihan di tiga sungai besar yang membelah wilayah Kota Gudeg.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengatakan, pemantauan dari atas air memberikan perspektif visual yang jauh lebih luas dan akurat dibandingkan sekadar memantau dari pinggir bantaran sungai. Dengan berpatroli menggunakan perahu, petugas dapat memotret dan memetakan langsung kondisi riil di lapangan, bahkan petugas bisa mengidentifikasi secara detail dari rumah ke rumah mana saja yang masih kedapatan membuang sampahnya langsung ke aliran sungai.

"Makanya ini kita ingin mencoba bagaimana perahu-perahu yang kita miliki dari BNPB, kemudian ini juga beli perahu sendiri dipakai untuk patroli di sungai," ujarnya di sela-sela kegiatan patroli sampah di Sungai Gajah Wong, Jumat, 26 Juni 2026.

Untuk merealisasikan strategi ini, Pemkot Yogyakarta menargetkan pengoperasian minimal tiga unit perahu patroli. Pengadaan ini akan mengombinasikan armada yang sudah dimiliki oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta pengadaan unit baru.

Rencananya, ketiga perahu tersebut akan didistribusikan secara merata ke tiga sungai utama di Kota Yogyakarta, yakni Sungai Gajah Wong, Sungai Winongo, dan Sungai Code. Meski armada tersebut dinilai masih kurang untuk mencakup seluruh area, keberadaan perahu ini diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi sampah di tengah sungai.

"Kita mau menyelenggarakan tiga perahu, ini BNBP nanti BPBD, bisa tiga perahu, satu untuk Gajah Wong, satunya untuk Winongo, satu lagi untuk Code, tapi itu pun masih kurang sebetulnya. Untuk mengambil kayak ini harusnya sampahnya diambil masuk ke sini, masuk ke sini, terus nanti kita angkut, kita amankan," ucapnya.

Disamping Patroli Sampah menggunakan perahu, Hasto juga menekankan pentingnya pencegahan agar sampah tidak justru berakhir di sungai atau hilir. Salah satunya dengan mengatasi permasalahan di hulu melalui Gerakan Mas JOS (Masyarakat Jogja Olah Sampah).

Kesadaran masyarakat dalam mengolah sampah sejak dari rumah sangat penting, Hasto juga meminta peran aktif dari seluruh jajaran kewilayahan, mulai dari Lurah, RW, hingga RT, untuk terus menggalakkan gerakan Mas JOS.

"Saya mohonlah Pak Lurah-Pak Lurah, RW, RT itu terus menggerakkan Mas JOS masyarakat Jogja olah sampah. memilah sampah dari rumah. Itu harapan saya harus terus kita galakkan," ujarnya.

Respons positif pun datang dari tingkat akar rumput. Ketua RW 1 Kampung Sambirejo, Prenggan, Sarija menyatakan, bahwa kesadaran warga di wilayahnya kini sudah jauh meningkat. Keberadaan bank sampah di tingkat RW terbukti efektif mengedukasi warga agar tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan akhir.

"Alhamdulillah adanya bank sampah di RW 1 ini sangat membantu ya terutama mengedukasi masyarakat tidak lagi ada yang membuang sampah ke sungai," katanya, mengungkapkan.

Namun, Sarija tidak menampik adanya tantangan di lapangan. Berdasarkan laporan warga, aksi pembuangan sampah sembarangan masih sering terjadi dari atas jembatan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, yang menjadikannya sulit dikendalikan. Hadirnya patroli perahu ini diharapkan mampu menjadi jawaban untuk mengawasi titik-titik buta (blind spot) yang selama ini luput dari pengawasan darat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....