Luapan Air di Nogotirto, Komisi C DPRD DIY Rancang Drainase Baru
- 31 Mei 2026 20:56 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menindaklanjuti keluhan warga di Dusun Kenteng, Padukuhan Kajor, Kalurahan Nogotirto, Gamping, Sleman terkait luapan air, Komisi C DPRD DIY melakukan peninjauan lapangan, Jumat, 22 Mei 2026. Komisi C DPRD DIY mendorong penanganan drainase dilakukan secara terintegrasi.
Pemerintah Kalurahan Nogotirto menyampaikan, setiap memasuki musim hujan, wilayah tersebut sering mengalami genangan air yang mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas di ruas jalan provinsi. Berdasarkan hasil evaluasi lapangan, kondisi tersebut dipicu oleh pendangkalan drainase akibat sedimentasi, dimensi saluran yang sudah tidak memadai, hingga kerusakan permanen pada beberapa titik dinding saluran.
Selain kondisi infrastruktur, tumpukan sampah juga menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya aliran drainase. Oleh karena itu, Komisi C mendorong adanya penanganan menyeluruh, baik dari sisi pembangunan fisik maupun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Anggota Komisi C DPRD DIY, Raden Inoki, A.P., menyampaikan, penanganan drainase perlu dilakukan secara terintegrasi bersama pemerintah provinsi, kabupaten, hingga masyarakat sekitar.
“Drainase baru direncanakan dari utara sampai Kajor lalu dibuang ke Sungai Bayam. Nanti termasuk usulan pemasangan saringan sampah di setiap batas padukuhan agar ada tanggung jawab bersama dari masyarakat,” katanya.
Inoki menambahkan, penanganan persoalan drainase tidak akan berjalan optimal apabila permasalahan sampah tidak ikut diselesaikan.
“Kalau salurannya sudah dibenarkan tetapi sampah masih dibuang sembarangan, air akan penuh kembali. Karena itu perlu adanya keterlibatan warga di masing-masing padukuhan,” ucapnya.
Anggota Komisi C lainnya, Lilik Syaiful Ahmad menyoroti terkait kondisi saluran yang terjadi. Menurutnya, saluran air hujan yang juga menjadi tempat pembuangan berbagai jenis limbah sehingga memperparah penyumbatan aliran air.
“Saluran pembuangan ini diisi berbagai macam limbah sehingga menjadi kacau. Tumpukan sampah juga terlihat jelas, maka perlu kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan,” ucapnya.
Komisi C DPRD DIY bersama instansi terkait juga mendorong adanya rehabilitasi drainase permanen serta solusi jangka pendek guna meminimalisir risiko banjir di kawasan Kajor pada musim penghujan mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....