Perkuat Kontrol Publik dan Soroti Ancaman Hoaks, PWI Pekalongan Bekali Wartawan

  • 28 Jun 2026 09:04 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Perkuat Kontrol Publik, PWI Kota Pekalongan Bekali Wartawan, Soroti Ancaman Hoaks

RRI.CO.ID, Pekalongan – Penguatan peran pers sebagai pengawas kebijakan publik di tengah tantangan perkembangan media digital yang menuntut kecepatan sekaligus akurasi. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pekalongan menggelar Pelatihan Jurnalistik bertajuk "Upgrade Perspektif Jurnalis PWI Kota Pekalongan: Adaptif, Kritis, dan Berintegritas di Era Digital" di Ruang Rapat Komisi B DPRD Kota Pekalongan, Sabtu 27 Juni 2026.

Di tengah derasnya arus informasi digital yang kerap dibanjiri hoaks dan disinformasi, wartawan tidak boleh terjebak menjadi penyebar informasi yang belum terverifikasi. Sebaliknya, jurnalis harus tetap mengedepankan independensi, verifikasi fakta, dan keberanian mengungkap persoalan yang menjadi kepentingan publik.

Hal tersebut diharapkan Ketua PWI Kota Pekalongan, Kuswandi usai pelatihan jurnalistik. "Peningkatan kapasitas jurnalis ini sangat penting di tengah tantangan digitalisasi informasi untuk terus meningkatkan skill," terangnya.

Dalam materi bertajuk "Sinergi Pers dan Legislatif dalam Membangun Keterbukaan Informasi Publik," Anggota Komisi B DPRD Kota Pekalongan, Taufan Asianto menilai keterbukaan informasi merupakan fondasi pengawasan publik. Pers, menurutnya, memiliki posisi strategis untuk mengawal transparansi penyelenggaraan pemerintahan sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat.

"Selama ini wartawan Kota Pekalongan saya nilai telah menjadi mata dan telinga bagi masyarakat, menyampaikan fakta dengan berimbang, ini menjadi bukti bahwa PWI Kota Pekalongan menjalankan fungsinya dengan baik," terangnya.

Ditambahkan ditengah pesatnya konvergensi media, kompetisi wartawan harus selalu diupgrade supaya tidak kesulitan memenuhi perkembangan teknologi.

Sementara itu, Muhammad Luthfi mengingatkan ancaman hoaks kini semakin kompleks karena didukung kecepatan penyebaran melalui media sosial. Ia menekankan wartawan harus menjadi garda terdepan dalam memutus rantai disinformasi melalui cek fakta, literasi digital, dan pemberitaan yang berimbang.

"Pelatihan ini juga menekankan bahwa jurnalisme investigatif tetap memiliki ruang penting di era digital. Kecepatan publikasi tidak boleh mengalahkan proses verifikasi, sementara keberanian mengungkap fakta harus tetap dibingkai dengan kode etik jurnalistik dan kepentingan publik," ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, PWI Kota Pekalongan berharap lahir jurnalis yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki daya kritis yang kuat, mampu melakukan pendalaman fakta, serta konsisten menjaga integritas dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan olahraga Kota Pekalongan, Irwin Andromeda serta Pengurus dan anggota PWI Kota Pekalongan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....