Mahasiswa UGM Ciptakan AI Pemantau Isu Publik, Deteksi Konten Viral Real Time

  • 28 Jun 2026 00:56 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mengikuti program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF), hasil kolaborasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI bersama UGM, berhasil mengembangkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memantau isu publik dan konten viral di ruang digital.

Aplikasi bertajuk Use Case tersebut dirancang untuk melakukan crawling berita dan media sosial, mengelompokkan isu beserta sentimennya, menganalisis narasi pemberitaan, hingga menyusun daily brief sebagai bahan pendukung pengambilan keputusan.

Platform ini mampu menghimpun data dari berbagai sumber digital, mengolah informasi berbentuk teks, gambar, maupun audio, kemudian melakukan analisis sentimen, memetakan narasi, hingga menyediakan chatbot yang dapat membantu pengambil kebijakan.

Salah satu anggota tim pengembang, Gevan, mengatakan pengembangan aplikasi tersebut berawal dari tantangan besarnya arus informasi di era digital yang semakin sulit dipantau secara manual.

"Sistem ini memudahkan pemantauan, analisis, dan perumusan strategi komunikasi menjadi mustahil atau sangat sulit dilakukan secara manual," katanya dalam Demo Day dan Graduation Program Artificial Intelligence Talent Factory 2026 Batch 1 di Ruang Multimedia, Gedung Pusat UGM pada Rabu, 24 Juni 2026.

Ia menjelaskan, sistem bekerja melalui alur yang terintegrasi. Pemantauan dimulai dengan mendeteksi tren terkini melalui Google Trends dan Trends24, serta memungkinkan pengguna memasukkan kata kunci tertentu sesuai kebutuhan. Selanjutnya, teknologi keyword generator akan mengembangkan kata kunci turunan yang digunakan mesin crawling untuk mengumpulkan berbagai konten dari media sosial maupun media daring.

Seluruh data yang diperoleh kemudian diproses menggunakan teknologi AI. Gambar akan diubah menjadi deskripsi melalui fitur image captioning, sedangkan audio ditranskripsikan secara otomatis menggunakan teknologi speech-to-text. Setelah itu, sistem melakukan klasifikasi isu, pengelompokan sub-isu, serta analisis sentimen sebelum seluruh data ditampilkan dalam dashboard interaktif.

Melalui dashboard tersebut, sistem juga mampu mengelompokkan artikel yang membahas isu serupa, merangkumnya dalam format 5W+1H, mengidentifikasi tokoh-tokoh yang terlibat beserta pernyataannya, hingga menyusun laporan harian mengenai isu-isu yang sedang berkembang.

"Sistem pun dapat membuat daily briefing yang berisi dokumen berisi isu-isu viral pada H-1 untuk menjadi panduan bagi pihak berwenang untuk menanggapi itu," ujarnya.

Selain berfungsi sebagai alat pemantau, aplikasi ini juga memiliki kemampuan memberikan early warning system (EWS) ketika terjadi lonjakan percakapan atau isu tertentu yang berpotensi menjadi viral. Teknologi Large Language Model (LLM) dimanfaatkan untuk membaca pola percakapan di ruang digital sehingga strategi komunikasi dapat disusun berdasarkan data yang aktual.

"Dengan model LLM, kita dapat memetakan narasi dan percakapan di ruang digital, lalu merumuskan strategi komunikasi yang proaktif berdasarkan analisis data artikel terbaru yang di-crawl," katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Dr. Said Mirza Pahlevi, mengapresiasi inovasi yang dihasilkan para peserta AITF. Menurutnya, program yang telah berlangsung selama empat bulan tersebut memberikan pengalaman praktik yang sangat berharga sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

"Saya berharap, Demo Day dan Graduation ini tidak hanya menjadi ajang presentasi hasil kerja, tetapi juga menjadi forum diskusi yang konstruktif. Melalui solusi AI yang ditampilkan, kita dapat melihat sejauh mana teknologi AI dapat dimanfaatkan, khususnya dalam membaca dinamika opini publik dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat berbasis data," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....