Gen Z Disebut Berpotensi Alami Penurunan Kapasitas Kognitif

  • 12 Jun 2026 10:33 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakrata – Generasi Z berpotensi menjadi generasi pertama yang mengalami penurunan kapasitas kognitif. Hal ini dimungkinkan terjadi akibat tingginya intensitas penggunaan media sosial dan paparan layar digital. Dosen Departemen Ilmu Komunikasi UGM Ana Nadhya Abrar mengungkapkan temuan tersebut dalam gelaran Diskusi Komunikasi Magister Universitas Gadjah Mada (Diskoma UGM) beberapa waktu lalu.

Abrar menyebut terdapat fenomena yang disebut dengan istilah brain rot. Kondisi ini merupakan penurunan kualitas fungsi kognitif akibat konsumsi konten digital secara berlebihan yang kini semakin terlihat pada generasi muda. Tingginya durasi screen time membuat pengguna terus-menerus terpapar rangsangan yang memengaruhi cara berpikir dan berperilaku.

“Generasi Z berpotensi menjadi generasi pertama yang mengalami penurunan kapasitas kognitif,” ujar Abrar.

Abrar menjelaskan pola adiktif dalam penggunaan media sosial dipicu oleh pelepasan hormon dopamin ketika seseorang berinteraksi dengan berbagai konten digital. Kondisi tersebut kemudian diperkuat oleh algoritma media sosial yang dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin. Menurutnya, mekanisme tersebut tidak hanya membuat pengguna semakin bergantung pada media sosial, tetapi juga berpotensi melemahkan kemampuan berpikir kritis. Ditambah dengan polarisasi informasi yang muncul di ruang digital, media sosial pada akhirnya seolah mampu mengontrol dan mengawasi perilaku penggunanya.

Berdasarkan riset yang dilakukan terhadap mahasiswa, Abrar menemukan media sosial memiliki pengaruh besar terhadap perubahan perilaku generasi muda. Namun, perubahan yang terjadi sering kali bersifat dangkal dan tidak menyentuh aspek yang lebih substansial. Karena itu, dia menilai literasi media menjadi hal yang sangat penting untuk diperkuat. Generasi muda perlu memiliki kesadaran untuk menentukan sendiri informasi yang dikonsumsi dan tidak sepenuhnya mengikuti arus yang dibentuk oleh algoritma media sosial.

“Yang paling penting saat ini adalah Generasi Z memiliki otoritas diri. Karena media sosial sekarang mampu mengontrol dan mengawasi penggunanya, Generasi Z memerlukan kesadaran atas otoritas akan dirinya,” ucapnya.

Sementara, praktisi kesehatan sekaligus kreator konten edukasi kesehatan Rianti Maharani, menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini bukan lagi minimnya akses informasi, melainkan melimpahnya informasi yang belum tentu benar. Menurut Rianti, media sosial membentuk perilaku generasi Z melalui berbagai tahapan. Mulai dari membangun persepsi hingga memengaruhi keyakinan dan tindakan seseorang.

“Di sisi lain, hoaks kesehatan juga dapat menyebar dengan sangat cepat melalui platform digital,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....