Pasokan Terbatas, Sopir Truk Keluhkan Kelangkaan Solar di Jombang
- 27 Jun 2026 16:30 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang – Terbatasnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jombang dikeluhkan para sopir truk. Dalam beberapa hari terakhir, kondisi tersebut memicu antrean panjang kendaraan angkutan barang dan membuat waktu tunggu pengisian bahan bakar menjadi jauh lebih lama dibandingkan biasanya.
Pantauan di sejumlah SPBU menunjukkan antrean kendaraan pengangkut barang mengular hingga sekitar satu kilometer. Banyak sopir memilih tetap menunggu karena khawatir tidak mendapatkan pasokan solar apabila berpindah ke SPBU lain.
Keterbatasan stok solar dinilai mulai mengganggu aktivitas distribusi barang. Sopir angkutan harus meluangkan waktu lebih lama hanya untuk memperoleh bahan bakar, sehingga berpotensi memengaruhi ketepatan waktu pengiriman logistik ke berbagai tujuan.
Salah seorang sopir truk, Mohammad Faruq, mengaku telah berkeliling ke beberapa SPBU untuk mencari solar. Namun, hampir seluruh lokasi yang didatanginya mengalami kondisi serupa, yakni antrean panjang dengan persediaan solar yang terbatas.
Menurut Faruq, dirinya sempat mengantre satu jam lebih. Ketika kendaraan sudah berada di posisi pengisian, petugas justru menyampaikan bahwa stok solar telah habis sehingga ia harus kembali mencari SPBU lain.
"Saya sudah menunggu cukup lama di antrean. Saat giliran tiba, ternyata solar sudah habis. Saya mencoba berpindah ke beberapa SPBU lainnya, tetapi situasinya sama. Antreannya panjang dan stoknya cepat habis. Kondisi ini sudah saya alami sekitar tiga hari terakhir," ujarnya, Sabtu, 27 Juni 2026.
Menurut Faruq, kondisi ini harus segera ditindaklanjuti agar tidak berlarut-larut dan menghambat aktivitas masyarakat. “Kita ini rakyat kecil. Tolong kalau bikin kebijakan jangan sampai mempersulit. Imbas kita-kita lagi yang kena getahnya,” katanya.
Sementara itu, salah satu petugas SPBU di Jombang yang tidak berkenan disebutkan namanya, membenarkan adanya kendala distribusi solar ke sejumlah SPBU. Menurutnya, pasokan yang diterima belum mampu mengimbangi tingginya kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan, keterlambatan pengiriman dari distributor disertai pembatasan volume pasokan membuat stok solar lebih cepat habis pada setiap jadwal distribusi. Akibatnya, SPBU tidak dapat melayani seluruh kendaraan yang datang untuk mengisi bahan bakar.
"Pengiriman solar memang datang lebih lambat dari jadwal biasanya. Selain itu, jumlah yang kami terima juga dibatasi, sekitar 1.500 liter untuk setiap shift. Dengan permintaan yang cukup tinggi, persediaan tersebut tidak membutuhkan waktu lama hingga akhirnya habis. Kondisi antrean parah-parahnya tiga hari terakhir ini," jelasnya.
Hingga berita ini ditulis, antrean kendaraan angkutan barang masih terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Jombang. Belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab keterlambatan distribusi maupun kepastian waktu normalisasi pasokan solar. Para sopir berharap distribusi dapat segera kembali lancar agar aktivitas sehari-hari tidak terus mengalami hambatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....