Musim Giling 2026 Dimulai, Kapolres Kediri Dukung Produksi Gula PG Ngadirejo
- 02 Mei 2026 20:27 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Pabrik Gula Ngadirejo resmi memulai musim giling 2026 dengan menggelar tradisi Tebu Manten di emplasemen pabrik, Desa Jambean, Kecamatan Kras
- Dengan dukungan berbagai pihak, musim giling 2026 diharapkan mampu mencapai target produksi sekaligus memberi dampak ekonomi bagi petani dan masyarakat sekitar
RRI.CO.ID, Kediri - Pabrik Gula Ngadirejo resmi memulai musim giling 2026 dengan menggelar tradisi Tebu Manten di emplasemen pabrik, Desa Jambean, Kecamatan Kras, Sabtu, 2 Mei 2026.
Ritual tahunan ini dihadiri Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, manajemen PG Ngadirejo, petani tebu, dan Forkopimcam. Tebu Manten menjadi simbol harapan kelancaran produksi sekaligus ungkapan syukur menyambut musim giling.
General Manager PG Ngadirejo, Wayan Mei Purwono, menyebut tradisi tersebut mengandung filosofi anteping kalbu atau keteguhan hati.
"Prosesi Tebu Manten bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus doa agar seluruh rangkaian produksi berjalan lancar. Ini juga semangat awal mencapai target yang ditetapkan," kata General Manager PG Ngadirejo, Wayan Mei Purwono.
Tahun ini, sebut Wayan, PG Ngadirejo menargetkan penggilingan 11 juta kuintal tebu dengan produksi 80.000 ton gula, naik dari 70.000 ton pada 2025.
"Proses giling berlangsung sekitar 200 hari, melibatkan 900 pekerja dalam tiga shift serta ratusan sopir angkutan tebu. Pasokan ditopang 1.015 petani mitra dari Kediri, Blitar, dan Malang," katanya.
Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji menekankan, pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga ketahanan pangan. Ia menyoroti kelancaran distribusi dan keamanan selama musim giling yang melibatkan ratusan kendaraan angkutan tebu.
"Operasional pabrik perlu didukung kedisiplinan berlalu lintas agar tidak menimbulkan gangguan di jalur nasional. Stabilitas keamanan di sekitar pabrik juga penting agar target 80.000 ton gula tercapai," tegas AKBP Bramastyo.
Ia juga mengingatkan, kolaborasi antara pabrik, petani, dan aparat kunci kelancaran produksi dari hulu ke hilir.
Memasuki musim giling, lanjut AKBP Bramastyo, aktivitas di sekitar pabrik dipastikan meningkat, terutama arus distribusi tebu. Pada agenda ini, manajemen PG Ngadirejo menyampaikan permohonan maaf atas potensi kebisingan dan kepadatan lalu lintas selama operasional.
Dengan dukungan berbagai pihak, musim giling 2026 diharapkan mampu mencapai target produksi sekaligus memberi dampak ekonomi bagi petani dan masyarakat sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....