Menjelang Idul Adha, Kabupaten Kediri Perketat Lalu Lintas Ternak

  • 05 Mei 2026 14:24 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Menjelang Idul Adha 2026, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak guna mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Langkah ini dilakukan dengan memperketat pemeriksaan kesehatan ternak serta memastikan kelengkapan dokumen saat distribusi hewan.

Plt. Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengatakan bahwa upaya pengendalian PMK terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama melalui vaksinasi dan pengawasan mobilitas ternak. Menurutnya, vaksinasi masih menjadi metode paling efektif dalam menekan penyebaran penyakit tersebut.

“Pengendalian PMK yang utama tetap melalui vaksinasi. Selain itu, lalu lintas ternak juga kami awasi secara ketat, terutama untuk hewan yang masuk dari luar daerah. Ternak wajib sudah divaksin dan dilengkapi surat keterangan sehat,” ujarnya, Selasa, 5 Mei 2026, dalam agenda Kontes Ternak 2026 Kabupaten Kediri, di Lapangan Desa Wonorejo, Kecamatan Wates.

Ia menegaskan, ternak yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan berpotensi menjadi sumber penularan, sehingga pelaku usaha diimbau tidak hanya mempertimbangkan harga dalam membeli ternak, tetapi juga memastikan kondisi kesehatannya.

“Jangan sampai membeli ternak karena harga murah, tetapi tidak sehat. Itu bisa menjadi pemicu penyebaran penyakit,” katanya.

Pengawasan juga dilakukan di sejumlah pasar hewan, seperti di wilayah Grogol dan Pare, dengan melibatkan tim kesehatan hewan. Pemeriksaan difokuskan pada kondisi fisik ternak serta kelengkapan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang menjadi syarat wajib dalam transaksi.

Tutik menambahkan, capaian vaksinasi PMK di Kabupaten Kediri saat ini menunjukkan tren positif. Hingga awal Mei 2026, realisasi vaksinasi telah mencapai sekitar 80 hingga 90 persen dari target bulanan, meskipun belum mencapai target tahunan secara keseluruhan.

“Capaian vaksinasi saat ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Ketersediaan vaksin juga relatif aman karena pemerintah daerah sebelumnya melakukan pengadaan mandiri sekitar 50.000 dosis saat pasokan dari pusat maupun provinsi terbatas. Dosis kita untuk saat ini kira-kira tersisa 30.000 dosis. Insyaallah masihtercukupi,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu peternak asal Kecamatan Wates, Hermanto, mengaku turut meningkatkan kewaspadaan dalam merawat ternaknya menjelang Idul Adha. Ia secara rutin menjaga kebersihan kandang dan memberikan vitamin untuk memastikan kondisi hewan tetap sehat.

“Saya rutin membersihkan kandang dan melakukan sterilisasi, serta memberikan vitamin agar ternak tetap sehat dan layak jual,” ungkapnya.

Dengan pengawasan yang diperketat, pemerintah daerah berharap distribusi hewan ternak menjelang Idul Adha dapat berjalan aman dan bebas dari potensi penyebaran penyakit.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....