Keluarga Jadi Fondasi Utama Menumbuhkan Budaya Membaca Anak

  • 27 Jun 2026 09:36 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Budaya membaca dinilai perlu dibangun sejak dari rumah melalui peran aktif seluruh anggota keluarga, terutama orang tua. Hal itu disampaikan dalam dialog Indonesia Cerdas Berjaringan di Pro 1 RRI Purwokerto dengan tema Menumbuhkan Kecintaan Membaca di Lingkungan Keluarga yang menghadirkan Novanda Alim Setianugraha, dosen Teknik Informatika dari Telkom University Purwokerto.

Dalam dialog tersebut, Novanda menjelaskan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca buku. Menurutnya, literasi merupakan cara seseorang memahami kehidupan dari berbagai sudut pandang dan mengubah pengalaman sehari-hari menjadi pengetahuan yang bermanfaat.

“Literasi itu bukan hanya membaca. Ketika kita belajar memahami kehidupan, membangun kebiasaan baik, sampai melihat sesuatu secara utuh, itu juga bagian dari literasi,” ujar Novanda.

Novanda menambahkan, pemahaman literasi saat ini mencakup banyak aspek mulai dari literasi baca tulis, numerasi, hingga literasi kehidupan. Ia menyebut, penguatan budaya membaca di Indonesia juga menjadi bagian dari program Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melalui Gerakan Literasi Nasional.

Dalam program tersebut terdapat tiga pilar utama, yaitu gerakan literasi keluarga, literasi sekolah, dan literasi masyarakat, dengan keluarga sebagai fondasi paling awal. Ia juga menyoroti masih rendahnya kemampuan literasi yang dimiliki sebagian anak di Indonesia, terutama dalam memahami bacaan yang lebih kompleks.

Menurutnya, tantangan tersebut perlu dijawab melalui keterlibatan keluarga agar anak terbiasa membaca, berdiskusi, dan memahami informasi sejak usia dini. Novanda menekankan bahwa peran orang tua saat ini tidak lagi terbatas pada pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga.

“Ayah dan ibu sekarang sama-sama punya peran besar untuk menghadirkan lingkungan literasi di rumah, termasuk menyediakan bahan bacaan dan membiasakan anak dekat dengan buku sejak dini,” katanya.

Melalui penguatan literasi keluarga, ia berharap anak-anak dapat tumbuh dengan kemampuan berpikir yang lebih baik dan siap menghadapi perkembangan zaman. Kebiasaan sederhana seperti membacakan cerita, berdialog, dan menyediakan ruang belajar di rumah dinilai menjadi langkah awal membangun generasi yang lebih literat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....