Penyaluran Kredit UMi di Bengkulu Tembus Rp50,11 Miliar
- 27 Jun 2026 06:45 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mencatat penyaluran Kredit Usaha Ultra Mikro (UMi) di Provinsi Bengkulu hingga 15 Juni 2026 mencapai Rp50,11 miliar. Program pembiayaan tersebut telah dimanfaatkan oleh 7.259 debitur yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Bengkulu.
Kepala Kantor Wilayah DJPb Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardhana, mengatakan capaian tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro. Selain itu, program UMi dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Menurut Irfan, dari total 7.259 debitur penerima pembiayaan, sebanyak 7.252 orang atau sekitar 99,9 persen merupakan perempuan. Total pembiayaan yang diterima kelompok perempuan tersebut mencapai Rp50,05 miliar.
Dominasi perempuan sebagai penerima manfaat dinilai menjadi indikator kuatnya peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan usaha mikro di Provinsi Bengkulu. Kondisi ini juga mencerminkan semakin berkembangnya pemberdayaan perempuan melalui sektor usaha produktif.
Penyaluran pembiayaan terbesar berasal dari Permodalan Nasional Madani (PNM) yang menyalurkan dana sebesar Rp45,89 miliar kepada 6.592 debitur. Sementara PT Bahana Artha Ventura (BAV) menyalurkan Rp3,95 miliar kepada 651 debitur.
Selain itu, PT Pegadaian menyalurkan pembiayaan sebesar Rp175 juta kepada 15 debitur. Sedangkan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Jasa menyalurkan Rp100 juta kepada satu debitur.
Jika dilihat berdasarkan sektor usaha, perdagangan besar dan eceran masih menjadi sektor dengan penyaluran terbesar. Nilai pembiayaan yang disalurkan pada sektor tersebut mencapai Rp47,11 miliar dan dimanfaatkan oleh 6.783 debitur.
Sektor pertanian dan kehutanan juga mendapat dukungan pembiayaan sebesar Rp2,06 miliar kepada 334 debitur. Sebagian besar penerima merupakan petani buah-buahan musiman dan komoditas lokal yang berperan dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Sementara itu, sektor akomodasi serta penyediaan makanan dan minuman menerima pembiayaan sebesar Rp434 juta. Dana tersebut dimanfaatkan oleh 72 pelaku usaha kuliner, termasuk pemilik warung makan dan usaha jajanan lokal.
DJPb Bengkulu berharap program Kredit Usaha Ultra Mikro dapat terus mendorong pertumbuhan usaha masyarakat kecil. Melalui akses pembiayaan yang lebih mudah, pelaku usaha mikro diharapkan semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....