Muharram Jadi Momentum Umat Agungkan Kualitas Ibadah Salat

  • 26 Jun 2026 16:48 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Khatib Salat Jumat di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Drs. H. M. Taufiq AB, mengajak umat Islam menjadikan salat sebagai ibadah yang benar-benar diagungkan, bukan sekadar rutinitas. Ajakan itu disampaikan dalam khotbah Jumat, 26 Juni 2026, bertepatan dengan momentum bulan Muharram yang termasuk satu dari empat bulan mulia dalam Islam.

Dalam khotbahnya, Taufiq mengatakan Muharram merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah. Umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah, bersedekah, memperhatikan anak yatim dan fakir miskin, serta memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT melalui salat yang berkualitas.

Menurutnya, salat menjadi amal pertama yang akan dihisab pada hari kiamat. Karena itu, kualitas salat akan menentukan diterima atau tidaknya amal ibadah lainnya.

"Kalau salat kita diterima dan baik kualitasnya sesuai standar yang diajarkan Rasulullah, maka seluruh amal kita akan ikut terangkat dan diterima. Sebaliknya, jika salat kita tidak memenuhi kriteria karena tidak kita agungkan, maka seluruh amal juga akan terpengaruh," ujarnya.

Ia menjelaskan tidak ada manusia yang memiliki ibadah sempurna. Oleh sebab itu, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam memperbanyak salat sunnah sebagai penyempurna kekurangan dalam salat wajib.

Taufiq juga menekankan pentingnya menjaga kesempurnaan wudu dan melaksanakan salat dengan penuh kekhusyukan. Ia mencontohkan kecintaan Rasulullah SAW terhadap salat, termasuk kisah Bilal bin Rabah yang selalu mengumandangkan azan sehingga menghadirkan ketenangan bagi Rasulullah.

Menurutnya, Rasulullah SAW selalu menjadikan salat sebagai tempat kembali ketika menghadapi berbagai persoalan hidup. Hal itu menunjukkan betapa agungnya kedudukan salat yang diwajibkan langsung oleh Allah SWT melalui peristiwa Isra Mikraj.

"Kalau ada masalah, Rasulullah langsung berwudu dan langsung salat. Dari cara Allah mewajibkan salat melalui Isra Mikraj, dapat disimpulkan betapa pentingnya ibadah ini bagi kehidupan seorang mukmin," katanya.

Ia juga mengkritisi kebiasaan sebagian umat Islam yang melaksanakan salat secara tergesa-gesa. Taufiq mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebut orang yang tidak menyempurnakan rukun dan tuma'ninah sebagai "pencuri salat" karena mengurangi hak ibadah yang seharusnya dilakukan dengan sempurna.

Menutup khotbahnya, Taufiq mengajak seluruh jamaah menjadikan Salat Jumat sebagai momentum mengevaluasi kualitas ibadah. Ia berharap setiap muslim terus memperbaiki kekhusyukan salat agar ketakwaan semakin meningkat dan seluruh amal mendapat rida Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....