Air Tidak Tinggi, Sebagian Nelayan Tanjung Samalantakan Enggan Melaut

  • 26 Jun 2026 08:35 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Sebagian besar nelayan di kawasan pesisir Tanjung Samalantakan, Kecamatan Pamukan Selatan, Kabupaten Kotabaru, Pada Jumat, 26 Juni 2026, terpaksa memilih untuk tidak melaut dalam beberapa waktu terakhir. Keputusan ini diambil lantaran kondisi pasang surut air laut di perairan setempat dinilai kurang ideal untuk melakukan aktivitas penangkapan.

Kejadian air laut yang tidak kunjung naik serta pergerakan arus yang cenderung lemah menjadi faktor utama terhambatnya operasional mereka. Kondisi air yang tidak mengalami kenaikan optimal ini membuat pola pergerakan dan keberadaan kawalan ikan di laut menjadi sulit ditebak dan ditangkap oleh para nelayan tradisional.

Situasi air yang tidak pasang atau tidak tinggi ini diketahui sudah berlangsung selama seminggu terakhir. Dampaknya, Puluhan kapal motor milik nelayan tampak tambat di sepanjang dermaga dan pinggiran pantai Tanjung Samalantakan karena para pemiliknya enggan berspekulasi dengan hasil tangkapan yang tidak menentu.

Menariknya, kondisi enggan melaut ini hanya di lakukan bagi para nelayan yang biasa mencari komoditas ikan laut. Sementara itu, bagi para nelayan udang atau tangkapan seafood lainnya, aktivitas di laut tetap berjalan normal seperti biasa tanpa terpengaruh kondisi perairan saat ini.

Hal tersebut dikarenakan karakteristik udang dinilai tidak terlalu mengenal atau terpengaruh oleh siklus pasang surut air laut, berbeda dengan ikan yang sangat bergantung pada arus. Oleh sebab itu, nelayan udang masih bisa memprediksi area tangkapan dan mengamankan hasil harian mereka.

Salah satu nelayan setempat, Ali, mengatakan bahwa siklus alam ini memang membuat pola migrasi ikan lokal menjadi tidak beraturan sehingga risiko rugi biaya operasional (solar) jauh lebih besar bagi nelayan ikan. Kendati aktivitas perekonomian sempat melambat sepanjang pekan, ia memprediksi situasi ini akan segera berganti dalam waktu dekat.

"Semoga sebentar lagi airnya naik Lagi", ujarnya .

Berdasarkan perhitungan kalender pasang surut tradisional yang biasa digunakan warga pesisir, Ali memperkirakan sekitar dua atau tiga hari lagi volume air laut akan kembali naik. Momen kenaikan air dan kembalinya arus normal tersebut menjadi harapan bagi para nelayan ikan untuk bisa kembali melaut secara efektif.

Untuk mengisi waktu luang selama masa ini, sebagian nelayan ikan memilih memanfaatkan situasi dengan melakukan perawatan pada armada kapal mereka. Mereka melakukan perbaikan minor, membersihkan lambung kapal, hingga memperbaiki jaring yang rusak agar siap digunakan secara maksimal saat kondisi air kembali mendukung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....